Pertobatan yang sejati, sebuah aplikasi dari pengampunan dosa

by samuelyasa


 

Tidakkah engkau tahu, bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan?

(Rm. 2:4b)

Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya.

(Rm. 6:12)

Kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar.Karena itu janganlah kamu menjadi hamba manusia.

(1 Kor. 7:23)

 

Kemarin kita telah merenungkan bahwa anugerah pengampunan dan penebusan itu bukanlah anugerah murahan dan sudah seharusnya kita meresponi tindakan kasih Allah tersebut dengan tepat.Pertobatan yang sejati, itulah yang seharusnya menjadi respon kita, sebab untuk itulah pula Allah mengampuni kita, supaya kita bertobat.

Apakah pertobatan itu?Pertobatan berasal dari kata metanoia, yang memiliki arti perubahan pola pikir.Pertobatan adalah perubahan pikiran seseorang. Jika pikiran seseorang pada awalnya adalah untuk hidup dalam dosa, maka ketika ia bertobat ia memiliki perubahan pola pikir, yaitu ia mau hidup sesuai dengan firman Tuhan. Jadi, dengan adanya perubahan pola pikir, maka perubahan pikiran ini akan membawa perubahan pula pada cara hidupnya.

Tanpa perubahan pikiran, maka sebuah pertobatan hanya akan menjadi pertobatan yang semu. Misalnya saja, seorang pegawai yang ditegur karena tidur pada saat jam kerja mungkin akan mengubah tingkah lakunya dan tidak lagi tidur pada saat jam kerja karena takut kehilangan pekerjaan. Namun jika ia tidak memahami mengapa ia tidak boleh tidur pada saat bekerja, maka perubahannya tingkah lakunya hanya akan menjadi perubahan yang sementara. Ia mungkin akan tidur lagi jika tidak ada yang mengawasinya. Kondisi ini akan berbeda jika saja ia memahami bahwa bersikap bertanggung jawab dalam pekerjaan adalah salah satu cara untuk memuliakan Tuhan.

Saudaraku, marilah meresponi pengampunan dan penebusannya dengan pertobatan yang sejati, dimulai dengan perubahan pola pikir kita supaya tingkah laku kita pun bisa berubah, meninggalkan segala dosa.Bagaimana caranya?Dengan menundukkan pikiran kita di bawah kebenaran firman Tuhan.

   Nix’z