Bukan Anugerah Muraha

by samuelyasa


18Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, 19melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.

(1Pet. 1:18-19)

 

 

Biasanya pada peringatan hari kemerdekaan RI, presiden Indonesia akan memberikan grasi kepada salah seorang tahanan. Grasi adalah pengampunan dari kejahatan dan hukuman yang terkait pada diri seorang tahanan. Kata grasi ini memang berasal dari “grace” yang berarti anugerah.

Dalam kekristenan, kita sangat terbiasa dengan istilah “anugerah”.Ya, kita memang adalah orang-orang yang menerima anugerah dari Tuhan.Kita adalah seorang tahanan dosa, yang melakukan kejahatan dan harusnya menjalani hukuman akibat kejahatan tersebut, namun kita kemudian diampuni dan dibebaskan.

Berbeda dengan grasi yang diberikan oleh presiden, anugerah pengampunan dosa yang Tuhan berikan bagi kita tidaklah segampang itu.Anugerah itu bukanlah anugerah murahan.Surat 1 Petrus mengatakan bahwa hidup kita ditebus bukan dengan harta, emas, ataupun perak, melainkan dengan darah yang mahal.Darah yang tercurah bukanlah segampang darah yang kita berikan ketika kita mendonorkan darah. Darah yang Yesus curahkan adalah darah yang tercurah dengan cara kematian yang mengerikan dan memalukan.

Seringkali ketika mendapatkan sesuatu dengan gratis, maka penghargaan kita terhadapnya juga menjadi rendah.Berbeda halnya jika kita memperolehnya dengan perjuangan yang besar.Namun demikian, sekalipun anugerah pengampunan dan penebusan yang kita terima tidak boleh kita pandang rendah, karena semua itu diberikan dengan harga yang mahal.Memang bukan kita yang membayarnya, tapi justru karena bukan kita yang membayarnya melainkan Allah yang kepada-Nya kita telah berdosa, kita harus semakin menghargai anugerah tersebut.Bagaimana caranya?Tentu dengan meninggalkan dosa-dosa kita dan berusaha untuk hidup semakin serupa Kristus, dan melayani serta memuliakan Dia sepanjang umur yang Tuhan berikan dalam hidup kita.

  Nix’z