Pengampunan Dosa: Sebuah Realita Tercorengnya Standar Kesempurnaan

by samuelyasa


 

“Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.”

(Mat. 5:48)

 

Apakah arti dosa?Apakah itu sekedar kejahatan yang dilakukan atau adalah pelanggaran/pemberontakan dari aturan yang ada?Jika kita kembali kepada pengertian dasar dari kata “hamartia” (dosa), maka kata ini memiliki arti “meleset dari sasaran”. Artinya, dosa bukan saja ketika kita melakukan yang berlawanan dari yang seharusnya, akan tetapi dosa telah terjadi ketika kita tidak dapat mencapai apa yang seharusnya. Dosa bukan saja ketika “raport” kita bernilai merah, tapi bahkan ketika kita “kurang sedikit” dari nilai sempurna.

Jika Tuhan meminta kita untuk hidup kudus dan sempurna, namun ternyata kita tidak kudus dan tidak sempurna, bukan karena kita membunuh orang, namun hanya dengan sedikit saja perkataan yang tidak memuliakan Tuhan, maka kita sudah berdosa. Saudaraku, inilah yang juga harus kita sadari ketika kita mengatakan “Aku percaya kepada pengampunan dosa.”Ketika kita mengatakannya, kita memahami bahwa kitalah yang sedang menerima pengampunan itu, yang artinya bahwa kita telah mencoreng standar kesempurnaan yang Allah inginkan agar kita capai dalam hidup kita.

Matius 5 membahas tentang standar kehidupan yang melampaui standar dunia ini yang seharusnya dicapai oleh orang-orang percaya.Standar yang begitu tinggi yang Allah ingin agar kita capai jangan sampai membuat kita berputus asa.Dengan adanya pengampunan dosa, justru kita harus bersyukur karena Allah memberikan kesempatan dan kesempatan lagi ketika kita gagal mencapai kesempurnaan tersebut. Tentunya ketika kita percaya akan pengampunan dosa, kepercayaan kita juga harus dilengkapi dengan pemahaman bahwa Tuhan rindu agar kita berjuang untuk mencapai kesempurnaan, itulah sebabnya ia mengampuni kita dan terus memberikan kesempatan dan kesempatan.

 

Renungkanlah: bagaimana caranya agar kita bisa mencapai standar yang lebih tinggi lagi di dalam hidup kita, sehingga kita bisa semakin menyerupai Kristus?

Nix’z