Pengampunan Dosa : Sebuah Realita Keberdosaan Manusia

by samuelyasa


1Untuk pemimpin biduan. Dari Daud. Orang bebal berkata dalam hatinya: “Tidak ada Allah.” Busuk dan jijik perbuatan mereka, tidak ada yang berbuat baik.2TUHAN memandang ke bawah dari sorga kepada anak-anak manusia untuk melihat, apakah ada yang berakal budi dan yang mencari Allah.3Mereka semua telah menyeleweng, semuanya telah bejat; tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak.

(Mzm. 14:1-3)

 

Seberapa seringkah kita mengatakan, “Aku percaya kepada pengampunan dosa.”Setidaknya 52 kali dalam setahun jika kita rutin mengikuti ibadah setiap hari minggu.Lalu, dalam hidup kita, berapa kalikah kita mengatakannya?Silakan masing-masing kita mengalikannya dengan berapa tahun kita telah menjadi orang Kristen yang mengucapkan Pengakuan Iman Rasuli.

Mungkin kita pernah mengalami hal ini: sudah berdoa untuk makan, namun kemudian kita lupa dan akhirnya kita berdoa kembali. Mengapa bisa begitu?Hal ini disebabkan karena sudah begitu terbiasanya kita melakukan rutinitas tersebut.Seringnya kita mengatakan kalimat di atas tidak secara otomatis membuat kita memahami makna dari kalimat tersebut.

Ketika kita mengatakan bahwa aku percaya kepada pengampunan dosa, kalimat ini mengandung konsekuensi logis bahwa kita percaya bahwa ada realita keberdosaan yang melekat pada diri manusia, tentu saja itu termasuk kita.Apa yang ditulis di dalam Mazmur 14 membeberkan kepada kita suatu realitas yang tidak dapat disangkal, bahwa setiap manusia telah berbuat dosa. “Menyeleweng”, “bejat”, “tidak berbuat baik” semuanya adalah gambaran dari dosa.

Dengan pengertian ini, dengan sikap apakah kita mengatakan kalimat kedua terakhir dari Pengakuan Iman Rasuli ini? Bukankah seharusnya kalimat yang sangat singkat ini justru membuat kita berpikir secara mendalam dan serius mengenai keberadaan diri kita dan orang-orang di sekitar kita, bahwa  kita berada dalam satu situasi yang “tidak baik-baik saja”. Dan selanjutnya (yang akan saya bahas di renungan kita hari-hari berikutnya juga) yang juga membuat kita bersyukur bahwa sekalipun kondisi kita adalah dalam keberdosaan, namun ada Allah yang berkuasa untuk mengampuni kita.

Doa : Tuhan tolong aku untuk terus menyadari bahwa aku manusia berdosa yang senantiasa membutuhkan Engkau.                               Nix’z