Manifestasi Pembenaran Allah (Rm. 3:21-22a)

by samuelyasa


Bagian Roma 3:21-26 umumnya dianggap sebagai inti seluruh pembahasan dari 3:21-4:25, bahkan inti seluruh surat Roma karena dalam bagian ini Paulus membahas hal-hal mendasar tentang pembenaran melalui iman.Bagian ini dimulai dengan ungkapan “tetapi sekarang” (ay. 21) yang umumnya dilihat sebagai kekontrasan antara era lama yang didominasi dosa(1:18-3:20) dengan era keselamatan yang baru. Ada beberapa hal yang akan kita lihat berkenaan dengan pembenaran Allah dalam ayat ini;(1) Pembenaran Allah dinyatakan tanpa Taurat (ay. 21a). Dalam bagian ini Paulus tidak sedang membandingkan dua macam pembenaran – apakah melalui Taurat atau tidak – , tetapi mengajarkan bagaimanacara pembenaran Allah dinyatakan. Fokusnya bukanlah bagaimana manusia bisa menerima pembenaran (dari sisi manusia), tetapi bagaimana pembenaran tersebut dinyatakan (dari sisi Allah). Ketika hukum Taurat dimengerti sebagai suatu sistem yang mencakup identitas bangsa Yahudi, maka bagian ini berarti bahwa Allah menyatakan kebenaran-Nya terlepas dari semua parameter nasional dan religius yang ditentukan oleh hukum Taurat.(2) Pembenaran Allah disaksikan oleh kitab Taurat dan para nabi (ay. 21b).Diskontinuitas karya Allah di ayat 21a tidak berarti bahwa Allah memberlakukan pola keselamatan yang berbeda antara PL dan PB. Pembenaran yang akan dibahas dalam ayat 21-26 merupakan konsep yang disaksikan oleh kitab Taurat dan para nabi, yang berartimerujuk pada seluruh bagian PL.(3) Pembenaran Allah diberikan melalui iman dalam Yesus (ay. 22a).Berbeda dengan bangsa Yahudi yang mencoba mendirikan kebenaran melalui ketaatan Taurat, pembenaran Allah di sini diperoleh melalui iman. Iman harus dimengerti sebagai  alat/instrumen untuk menerima pembenaran, bukan agen/pribadi yang membenarkan. (4) Pembenaran Allah diberikan kepada semua orang yang percaya (ay. 22a).Universalitas ini bukanlah universalisme, karena “semua” di sini dalam kategori “yang percaya”. Ide ini ditekankan Paulus beberapa kali (1:16; 10:4, 11-12) untuk menunjukkan bahwa pembenaran Allah bukan hanya eksklusif bagi bangsa Yahudi saja.

Ketika kita melihat bagian ini mari kita mengingat kembali bahwa pembenaran merupakan karya independen Allah, dan karya ini telah Ia siapkan sejak pada mulanya. Pembenaran merupakan inisiatif Allah, dipersiapkan begitu rupa oleh-Nya, dilakukan dengan cara Allah, dan diberikan kepada siapa yang Ia kehendaki. Allah-lah yang menjadi “pemain utama” di sini. Bersyukurlah atas segala yang telah Ia kerjakan. Bersyukurlah ketika Dia menjadikan kita berharga di mata-Nya.Dan