JAHAT DI MATA TUHAN

by samuelyasa


Tetapi hal yang telah dilakukan Daud itu adalah jahat di mata TUHAN.

2 Samuel 11:27 (baca sampai 12:14)

Jika kita membaca keseluruhan 2 Samuel 11, kita melihat Daud memulai dosanya dari melihat lalu timbul nafsu sexualnya dan dilanjutkan dengan perzinahan yang terus berlanjut sampai pembunuhan berencana terhadap suami dari wanita yang ia zinahi. Melihat berbagai strategi yang Daud lakukan untuk menutupi aibnya, semuanya terlihat berjalan dengan begitu baik tanpa ada perlawanan. Tetapi kisah ini ditutup dengan satu kalimat yang sangat keras, yaitu bahwa semua yang Daud lakukan dari awal sampai akhir kisah itu adalah jahat di mata Tuhan, sampai Tuhan harus mengutus Nabi Natan untuk menegur Daud dengan sangat keras.
Mungkin kita berpikir mengapa Tuhan tidak mencegah Daud?Sesungguhnya sejak awal Tuhan sudah memberi batasan kepada Daud agar Daud tidak meneruskan dosanya (melalui informasi bahwa Batsyeba adalah istri Uria), tetapi Daud tidak memperhatikannya dan meneruskan dosanya. Dari hal ini kita disadarkan bahwa manusia jatuh ke dalam dosa adalah karena kehendaknya sendiri, dan dosa sekecil apapun yang dilakukan adalah jahat di mata Tuhan, sehingga akan mendatangkan penghakiman dan penghukuman Tuhan.
Bagaimana jika kita sudah minta ampun? Daud memang telah menyadari dosanya dan memohon pengampunan, Tuhan pun berkenan mengampuni, tetapi ternyata ada konsekuensi dosa yang tetap Daud harus tanggung: kematian anaknya dan hancurnya relasi dalam keluarga Daud (12:13-14, 18; 13:1-39; 16:22). Kita harus sadar bahwa kebenaran dan keadilan Tuhan tidak dapat dipermainkan oleh manusia.Dosa kecil maupun dosa besar semua ada konsekuensinya, makin besar dosa yang dilakukan, makin besar juga konsekuensi yang harus ditanggung.
Ketika kita memohon pengampunan Tuhan, jangan anggap murah anugerah pengampunan-Nya, sehingga dengan entengnya kita mengulangi, bahkan memperparah dosa kita.Mari minta pengampunan-Nya karena Ia Allah yang mengasihi, dan mintalah juga pertolongan dan kekuatan untuk menghadapi konsekuensi dari perbuatan dosa kita dan kekuatan untuk hidup benar di hadapan-Nya. -va