DOSA MENDINGINKAN HATI MANUSIA

by samuelyasa


Kemudian berkatalah Daud kepada suruhan itu: “Beginilah kau katakan kepada Yoab: Janganlah sebal hatimu karena perkara ini, sebab sudah biasa pedang makan orang ini atau orang itu. Sebab itu perhebatlah seranganmu terhadap kota itu dan runtuhkanlah itu. Demikianlah harus kau kuatkan hatinya!”

2 Samuel 11:25 (baca dari ayat 16)

Apa yang kita rasakan jika seluruh rencana kita akhirnya terealisasi dengan sangat baik? Sudah sepantasnya kita merasa puas.Demikian halnya dengan Daud.Uria bersama beberapa tentara akhirnya terbunuh di dalam peperangan. Ketika berita jalannya peperangan disampaikan kepada Daud, sama sekali tidak ada kesedihan dan penyesalan dalam diri Daud atas kematian tentara-tentaranya termasuk Uria. Dengan entengnya Daud berkata, “sudah biasa” atas peristiwa tersebut.Hatinya menjadi sangat dingin. Dosa telah membuat Daud tidak lagi melihat bahwa Uria adalah salah seorang tentaranya yang sangat setia (ay. 9, 11, 13), ia tidak mau menikmati kebahagiaan di atas penderitaan rekan-rekannya; sedangkan Daud justru menyenangkan dirinya dengan berzinah. Sementara Daud merasa puas atas kematian Uria, Batsyeba yang tidak mengetahui bahwa itu rencana Daud, sangat sedih atas kematian suaminya (ay. 26).
Dosa membuat kita mementingkan diri kita sendiri.Dosa mendinginkan hati kita sehingga kita tidak lagi memiliki kepekaan dan kasih terhadap sesama, bahkan orang yang begitu baik terhadap kita bisa kita manfaatkan demi keuntungan diri kita, meskipun dia sendiri dirugikan. Ada begitu banyak relasi dengan sesama entah itu keluarga, sahabat, rekan kerja, rekan pelayanan menjadi rusak karena dosa yang kita lakukan.
Mari minta Tuhan menyadarkan dan mengampuni kita jika kita telah berdosa dan merugikan sesama kita. Mari minta Tuhan membalut hati kita dengan kasih-Nya sehingga kita dijauhkan dari segala dosa yang membuat kita merugikan orang lain. -va