STRATEGI MENUTUPI DOSA?

by samuelyasa


Kemudian berkatalah Daud kepada Uria: “Pergilah ke rumahmu dan basuhlah kakimu.” Ketika Uria keluar dari istana, maka orang menyusul dia dengan membawa hadiah raja.

2 Samuel 11:8 (baca ay. 6-14)

Setiap orang yang melakukan tindakan dosa kelak akan menuai akibatnya. Demikian halnya dengan Daud. Hasil dari perzinahannya adalah kehamilan Batsyeba yang tentu saja akan menjadi aib yang sangat besar yang bisa mempermalukan dirinya sebagai seorang raja. Untuk menutupi dosanya, maka memanggil Uria yang sedang berada di medan perang. Daud menyuruh agar Uria pulang ke rumahnya dengan tujuan Uria bisa tidur dengan istrinya sehingga orang nantinya menganggap kandungan Batsyeba berasal dari Uria, bahkan untuk tujuan tersebut Daud sampai memberikan hadiah kepadanya. Tetapi ternyata Uria adalah orang yang sangat setia kepada pimpinannya dan tanggung jawabnya sehingga ia tidak mau pulang untuk menikmati segala kenyamanan di atas kesusahan atasannya, Yoab yang sedang berperang (ay. 11). Mungkin dia sendiri juga bingung mengapa tiba-tiba dipanggil pulang dari medan perang. Melihat rencananya gagal, Daud pun menjalankan strategi yang lain, ia menjamu Uria sampai mabuk agar ia pulang dan tidur dengan istrinya, tetapi sekali lagi Uria tidak mau pulang ke rumahnya (ay. 13). Itu pun tidak berhasil, maka Daud membuat strategi terakhir untuk menutupi aibnya, yaitu menulis surat kepada Yoab untuk menempatkan Uria di barisan depan agar mati terbunuh, tragisnya surat perintah tersebut dibawa oleh Uria sendiri (ay. 14-15).
Akibat dosa membuat orang panik sehingga memikirkan cara lain yang juga berdosa untuk menutupi dosa sebelumnya. Daud menutupi dosa perzinahannya dengan dosa pembunuhan, yang tentu saja akibatnya akan lebih merusak.
Jika kita mengalami kejatuhan dalam dosa, segera sadar, mohon pengampunan Tuhan dan tetaplah bersandar kepada Tuhan, memohon pertolongan-Nya agar kita tidak terjebak dengan berbagai strategi yang membuat kita jatuh semakin dalam. -va