NIAT YANG BERDOSA

by samuelyasa


Sekali peristiwa pada waktu petang, ketika Daud bangun dari tempat pembaringannya, lalu berjalan-jalan di atas sotoh istana, tampak kepadanya dari atas sotoh itu seorang perempuan sedang mandi; perempuan itu sangat elok rupanya. Lalu Daud menyuruh orang bertanya tentang perempuan itu dan orang berkata: “Itu adalah Batsyeba binti Eliam, isteri Uria orang Het itu.”2 Samuel 11:2-3

Ayat di atas menunjukkan awal mula kejatuhan Daud dalam dosa perzinahan.Di dalam kenganggurannya (seharusnya pergi berperang) Daud malah bersantai-santai di istana dan ketika melihat Batsyeba mencullah nafsu sexualnya, apalagi setelah mendapat informasi bahwa Batsyeba adalah istri Uria, Daud tetap meneruskan niatnya untuk berzinah dengan Batsyeba (ay. 4).
Pada umumnya orang menganggap dosa sebagai tindakan yang melanggar aturan-aturan agama dan moral (menipu, berjudi, selingkuh, membunuh, dll), tetapi firman Tuhan menilai dosa jauh dari sekedar tindakan. Semua pikiran, niat dalam hati manusia yang tidak sesuai dengan kebenaran firman Tuhan sesungguhnya sudah merupakan dosa di hadapan Tuhan, sebagaimana yang Tuhan Yesus katakan dalam Matius 5:28 “Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya”. Hal ini juga berlaku untuk pikiran dan keinginan hati lainnya, seperti kebencian terhadap orang lain, dendam, niat untuk berbohong, niat untuk mencuri, dll.
Pikiran dan niat jahat bisa kita sembunyikan dari hadapan sesama kita, tetapi itu tidak dapat disembunyikan dari hadapan TUHAN yang Maha Tahu, yang sanggup melihat kedalaman hati kita.Jika saat ini ada pikiran dan niat yang tidak sesuai dengan kebenaran firman-Nya, akuilah dan minta Tuhan ampuni.

Oh Tuhanku, sucikan hatiku; ujilah hati dan pikiranku
Di hatiku tersimpan yang jahat; sucikanlah daku, bebaskanku
Oh Tuhanku, hapuslah dosaku; dengan firman-Mu menyucikanku
Dan api-Mu bakarlah aibku; Kuingin dapat memuliakan-Mu
(Edwin Orr)
-va