MANUSIA & PENCIPTANYA

by samuelyasa


1:26 Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” 27 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.

31 Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik.Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam.
Kejadian

Allah mengatakan bahwa apa yang diingini (direncanakan) oleh manusia tidak ada yang tidak dapat terlaksana (Kejadian 11). Hal ini menunjukkan betapa besarnya potensi manusia untuk mengambangkan dirinya. Namun sehebat apapun manusia itu menjadi, di hadapan Tuhan ia tetap hanyalah ciptaan. Berarti ada yang menciptakannya, berarti ada yang lebih hebat dan berkuasa, dan membuatnya tidak berdaya di hadapan-Nya.
Bagi saya ini adalah tesis dasar yang harus dipahami.Hal ini terkait hubungan antara manusia dengan Tuhan sebagai penciptanya.Penolakan dan pengingkaran terhadap poin ini mengakibatkan permasalahan yang besar dalam sejarah kehidupan manusia.
Kejatuhan manusia dalam dosa didasarkan pada keinginan hati manusia (oleh godaan iblis) untuk menjadi sama dengan penciptanya sekalipun ia adalah ciptaan. Hal ini merupakan penodaan terhadap rumusan hubungan antara Pencipta dan ciptaan.
Paulus menyebutnya sebagai penindasan terhadap kebenaran oleh kelaliman tatkala keberadaan Allah yang dinyatakan melalui kekuatan apa yang diciptakan-Nya (yang terlihat) disangkali oleh manusia. Atau sekalipun mereka mengenal Allah namun mereka tidak memuliakan Allah atau bersyukur kepada-Nya. (Roma 1:18-21).
Dosa diawali karena pengingkaran manusia akan Allah dan eksistensi-Nya dan manusia tenggelam dalam karya dosa yang senantiasa bertendensi untuk memisahkan manusia dengan Sang Pencipta, termasuk menyangkali-Nya dalam praktik hidup keseharian kita. Manusia mau menjadi allah bagi dirinya sendiri, juga bagi orang lain, kalau perlu ia akan menjadi allah bagi Allah yg sesungguhnya dg cara mengatur-Nya. jp