ADA PELANGI SEBAGAI TANDA KASIH-MU

by samuelyasa


Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam.” (Kej. 8:22)

Busur-Ku Kutaruh di awan…menjadi tanda perjanjian antara Aku dan bumi. Apabila kemudian Kudatangkan awan di atas bumi dan busur itu tampak di awan, maka Aku akan mengingat perjanjian-Ku yang telah ada antara Aku dan kamu serta segala makhluk yang hidup, segala yang bernyawa, sehingga segenap air tidak lagi menjadi air bah untuk memusnahkan segala yang hidup. (Kej. 9:13-15)

Kisah dunia yang dimusnahkan dengan air bah merupakan penghakiman Allah atas kehidupan manusia yang sudah rusak karena dosa. Keadaan bumi pada waktu itu telah rusak dan penuh dengan kekerasan, semua manusia menjalankan hidup yang rusak di bumi (Kej. 6:11-12). Bencana air bah pada waktu itu adalah bencana terbesar dan yang sangat mengerikan sepanjang sejarah. Alkitab mencatat bahwa air bah itu memusnahkan segala yang hidup, yang bergerak di bumi, burung-burung, ternak dan binatang liar, dan segala binatang yang merayap, serta semua manusia. Semua dihapuskan Allah, hanya tinggal Nuh dan semua yang bersamanya di dalam bahtera yang diselamatkan (Kej. 7:21-23).

Peristiwa tersebut menyadarkan kita betapa Allah sangat membenci dosa, dan akan menghukum dosa. Namun, perlu diketahui bahwa kebencian atau murka Allah atas dosa bukan satu-satunya yang ingin ditunjukkan dalam kisah air bah. Kisah tersebut juga ingin menjunjukkan bahwa Allah bukan hanya Sang Pencipta, tetapi juga Sang Pemelihara yang penuh kasih dan anugerah. Sekalipun keadaan bumi pada waktu itu telah rusak, namun Allah tetap memelihara bumi dengan menyelamatkan Nuh dan semua yang ada dalam bahtera.Selain itu, bukti pemeliharaan Allah selanjutnya diwujudkan dengan mengadakan perjanjian yang menyerahkan diri-Nya sendiri untuk memelihara ciptaan-Nya.Ia tetap akan memberkati bumi, dan selama bumi masih ada, tidak akan pernah berhenti musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam. Sebagai tanda perjanjian itu, maka Tuhan menaruh ‘busur atau pelangi’ untuk mengingat perjanjian kasih dan pemeliharaan-Nya atas alam, dan tidak akan memusnahkan bumi dengan air bah lagi.

 

Doa:Tuhan, terimakasih atas pemeliharaanMu atas alam ini, sehingga sampai saat ini kami masih bisa menikmati & memanfaatkannya untuk kehidupa kami.