Allah Menjangkau yang Ditolak

by samuelyasa


10  Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: “Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?” 11  Jawabnya: “Tidak ada, Tuhan.” Lalu kata Yesus: “Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.”        Yohanes 8:10-11

Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya. Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: “Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.”                                    Lukas 19:2, 5

Kebiasaan cepat menghakimi orang lain dan menyematkan “lebel” tidak pantas diterima, banyak kita temui di sekitar kita. Atau mungkin kita pun menjadi salah satu pelakunya. Misalnya ketika kita melihat seorang pelacur, kita dengan cepat berkata “awas hati-hati bergaul dengan dia!” atau kita bertemu dengan seorang mantan maling, kita berkata “hati-hati barangmu, nanti dicuri. Maling lho dia itu!” dll. Secara tidak langsung kita menghakimi dan menolak mereka yang dicap “orang tidak benar” oleh lingkungan, padahal mereka membutuhkan penerimaan orang lain. Banyak diantara mereka yang ingin pulih dari kejatuhannya, tapi tidak ada yang mau menolong mereka.

Dua kasus di atas (perempuan berzinah & Zakheus pemungut cukai) contoh yang rill yang terjadi pada zaman Tuhan Yesus. Perempuan berzinah ditolak dan akan dirajam karena kedapatan berzinah oleh para ahli Taurat; Zakheus ditolak oleh kaumnya karena pekerjaannya sebagai pemungut cukai yang dianggap bersekongkol dengan penjajah Romawi; mereka adalah orang-orang yang ditolak oleh lingkungannya.

Alkitab mencatatkan kedua orang tersebut justru diterima oleh Tuhan Yesus. Mereka tidak dihakimi oleh Tuhan Yesus, justru Tuhan Yesus merangkul dan mau dekat dengan mereka. Penerimaan Tuhan Yesus terhadap mereka menghasilkan pertobatan bagi perempuan berzinah dan Zakheus, sehingga menjadi murid Yesus. Tuhan Yesus menerima mereka yang ditolak lingkungannya. Bagaimana dengan kita, maukah kita membuang kebiasaan menghakimi dan menolak secara tidak langsung mereka yang ditolak dalam masyarakat?

Doa: Tuhan Yesus, berikan aku hati yang peduli seperti hati-Mu!    Kvn