Allah Menjangkau yang Kaya

by samuelyasa


21 Kata orang itu: “Semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku.” 22 Mendengar itu Yesus berkata kepadanya: “Masih tinggal satu hal lagi yang harus kaulakukan: juallah segala yang kaumiliki dan bagi-bagikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.” 23  Ketika orang itu mendengar perkataan itu, ia menjadi amat sedih, sebab ia sangat kaya.                    Lukas 18:21-23                                                         

                                                                          

Kata “orang kaya”  berarti menunjuk kepada seseorang yang mempunyai harta yang melimpah, yang hidupnya nyaman dan mapan. Secara dunia, orang kaya dapat melakukan apa saja untuk mencapai apa yang diinginkan. Nampaknya orang kaya yang bersama Tuhan Yesus adalah orang kaya yang moralnya cukup baik yang merasa bahwa ia sudah memenuhi syarat untuk mengikut Yesus. Terbukti dari perintah yang Yesus sampaikan “jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, hormatilah ayahmu dan ibumu” dan orang kaya menjawab “Semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku.” Tapi ada satu hal yang membuat orang kaya itu sedih, ketika Yesus memerintahkan untuk menjual segala harta yang dimilikinya dan membagikan kepada orang miskin. Mengapa orang kaya ini terlihat sedih??

Harta kekayaan yang ia miliki telah memberikan zona nyaman bagi dirinya. Ia bisa terkenal, bisa dihormati, bisa dihargai dan bisa melakukan apa saja yang ia inginkan. Jika ia menjual harta miliknya, ia akan kehilangan segala yang telah ia miliki dan dapatkan. Ia telah menggantungkan hidupnya kepada harta kekayaannya. Tuhan tahu dimana letak zona nyaman yang orang kaya ini miliki. Tuhan tidak mau orang kaya ini menggantungkan hidupnya kepada harta yang fana. Tuhan mau ia melepaskan dan meninggalkan kenyamanannya lalu mengikut Yesus, karena itulah yang menjamin jiwanya. Tuhan tidak mau ia binasa karena kekayaannya.

 

Doa: Tuhan, berikan kepada kami hati yang peka dengan panggilanMu, jangan biarkan kami menaruh hidup kami kepada apa yang kami miliki. Tapi biarlah kami dapat menaruh hidup kami kepada Engkau sang Pemilik hidup itu. Amin.