Allah Menjangkau yang Miskin

by samuelyasa


Juga sisa-sisa buah anggurmu janganlah kaupetik untuk kedua kalinya dan buah yang berjatuhan di kebun anggurmu janganlah kaupungut, tetapi semuanya itu harus kautinggalkan bagi orang miskin dan bagi orang asing; Akulah TUHAN, Allahmu.

                                              Imamat 19:10

 

Pergi dari sini!!!! Kamu hanya mengotori rumahku, sudah bau, kumal lagi. Ayo pergi!! (ucap seorang kaya kepada seorang gadis miskin yang datang meminta sedekah). Apa yang kita rasakan jika suatu hari kita melihat sebuah pemandangan seperti kisah tadi?? Sedih, kasihan atau biasa saja??

Sebagai seorang yang percaya kepada Tuhan dan mengenal arti sebuah kasih, tentu kita akan merasa sedih dan juga kasihan jika kita melihat kondisi gadis miskin yang diperlakukan tidak baik tadi. Mungkin kita akan ambil tindakan dengan memarahi orang kaya tadi, lalu dengan segera mengambil uang dari dompet kita dan memberikannya kepada gadis miskin tadi. Tapi benarkah demikian?? Benarkah orang yang punya kasih Tuhan pasti akan melakukan hal seperti itu?? Bukankah banyak orang percaya, yang justru meremehkan orang-orang miskin dan mengabaikannya??
Alkitab banyak mengisahkan tentang belas kasihan Tuhan terhadap orang miskin, itu artinya Tuhan begitu peduli dengan orang miskin. Dalam Imamat 19:10 misalnya, Tuhan memerintahkan kepada umat-Nya untuk memperhatikan kebutuhan orang miskin.  Tuhan Allah meminta agar umat menyisakan atau membiarkan sisa panen mereka khusus untuk orang miskin. Di hadapan Tuhan, orang miskin layak untuk diperhatikan, karena mereka dalam kenyataan hidup sering terabaikan, tidak dihargai, dan di pandang sebelah mata.

Di sekitar kita banyak kita temui orang-orang yang berkekurangan dalam materi. Mari kita jangkau mereka dengan melatih mereka untuk bekerja, kita berdayakan mereka, dan menyediakan lapangan pekerjaan bagi mereka. Dengan cara ini kita sedang menjadi rekan kerja Tuhan untuk menjangkau orang miskin.

 

Renungkan: jika Tuhan Allah peduli dan memperhatikan mereka yang berkekurangan, bagaimana dengan kita murid-murid-Nya?             Kvn