Tujuan Allah Menyatakan diri-Nya 3

by samuelyasa


Firman TUHAN datang kepadaku, bunyinya:Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa.Maka aku menjawab: “Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya aku tidak pandai berbicara, sebab aku ini masih muda.”Tetapi TUHAN berfirman kepadaku: “Janganlah katakan: Aku ini masih muda, tetapi kepada siapapun engkau Kuutus, haruslah engkau pergi, dan apapun yang Kuperintahkan kepadamu, haruslah kausampaikan.Janganlah takut kepada mereka, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau, demikianlah firman TUHAN.”                                    Yeremia 1:4-8

 

Menarik untuk disikapi bersama pengalaman perjumpaan Yeremia dengan Tuhan diawal sebelum melayani-Nya. Bahwa Yeremia mengungkapkan alasan keengganannya memenuhi panggilan Tuhan, bukanlah sekedar  mengada-ada dalam memberi jawab kepada Tuhan. Artinya Yeremia juga tidak sedang mencoba untuk menghindari panggilan Tuhan dengan seribu macam alasan.Namun sesungguhnya itu ungkapan hati dari seorang yang merasakan ketakutan yang bisa saja dialami oleh setiap orang, mengingat pengalaman hidup yang disaksikan oleh Yeremia ketika hidup di zaman itu.Yeremia tahu benar dan menyadari hidup di zaman yang sungguh rusak dalam pandangan kacamata Tuhan. Dan kalau diperhatikan apa yang Tuhan perintahkan untuk disampaikan kepada umat-Nya bukanlah berita menyenangkan hati. Tetapi justru berita yang bisa saja membuat dirinya celaka ditangan bangsanya sendiri (lihat ay. 11-19 dan pasal lain yang mengikutinya).Namun demikian Tuhan ketika menyatakan diri-Nya bukan untuk mencelakakan umat-Nya, terkusus juga buat Yeremia.  Kesusahan yang akan dialami Yeremia dalam menjalankan perintah Tuhan diimbangi dengan penyertaan Tuhan. Tuhan pasti akan melengkapi dan memampukan sehingga Yeremia sanggup melaksanakan panggilan itu. Ketika Tuhan menyatakan diri-Nya sesungguhnya Dia sudah memberikan bukti tentang penyertaan-Nya (ant).

DOA: Bapa terima kasih untuk setiap penyertaan-Mu dalam hidupku.