Tujuan Allah Menyatakan Diri-Nya 1

by samuelyasa


Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: “Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu;Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat.Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.”                                                        Kejadian 12:1-3

 

Secara keseluruhan Kejadian 12:1-20mencatat perintah-perintah dan janji-janji Allah kepada Abraham. Dan yang menarik adalah Abraham yang diberi janji oleh Allah bukan berasal dari keluarga yang percaya. Latar belakang Abraham adalah keluarga yang menyembah berhala (Yosua 24:2). Dia berasal dari daerah yang bernama Ur-Kasdim yaitu daerah Haran, Mesopatamia. Disini  ketika Allah menyatakan diri-Nya telah berfirman dengan kalimat perintah “pergi” (yang sebenarnya adalah perintah “keluar” menurut Alkitab bahasa Inggris KJV). Perintah ini adalah perintah yang sama seperti di Kejadian 6:13-17 dimana Tuhan memanggil Nuh untuk “keluar” beserta dengan istri dan ke tiga putranya dan tiga menantunya. Perlu untuk diperhatikan, bahwa ketika Allah menyatakan diri-Nya kepada orang-orang yang dipilih-Nya senantiasa diiringi kata/perintah “pergi”.Ini merupakan perintah untuk memisahkan diri dari keluarga dan tanah air/bangsanya sendiri.Baik Abraham maupun Nuh menuruti perintah Tuhan itu dan pada akhirnya dia menjadi seorang asing di permukaan bumi ini. Mengapa demikian? Karena Tuhan ingin dia memisahkan diri dari tempat yang tidak baik (najis) dan dari hal-hal yang akan menghalangi dia menjadi bangsa pilihan. Demikian juga dengan kita, ketika Tuhan menyatakan diri-Nya melalui perjumpaan pribadi kita dengan diri-Nya—dalam hal ini bisa saja setiap orang memiliki pengalaman yang berbeda—maka Allah juga memanggil kita untuk “keluar” memisahkan diri dari hal-hal yang najis dan yang dapat menghalangi kita menjadi anak-anak Tuhan. Kita meninggalkan manusia lama kita dan menjadi manusia baru (Ef. 4:17-32) (ant).

 

DOA: Bapa ajarku berani menyatakan diriku telah lahir baru dalam-Mu

Iklan