Allah Menyatakan diri-Nya: Bentuk Kerinduan-Nya bersekutu

by samuelyasa


Lalu turunlah TUHAN untuk melihat kota dan menara yang didirikan oleh anak-anak manusia itu,dan Ia berfirman: “Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apapun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana.Baiklah Kita turun dan mengacaubalaukan di sana bahasa mereka, sehingga mereka tidak mengerti lagi bahasa masing-masing.”                Kejadian 11:5-7

 

Menara Babel dibangun dengan maksud dan tujuan yang salah yakni ingin menandingi Allah.Dan Allah tidak berkenan terhadap rencana manusia yang ingin meninggikan dirinya melalui menara Babel. Itu sebabnya Allah membatalkan proyek Babel dengan cara mengacaukan bahasa komunikasi manusia pada waktu itu. Dari kisah ini maka kita belajar banyak tentang betapa pentingnya komunikasi. Namun lebih daripada itu, sesungguhnya melalui peristiwa ini, Allah bukan hanya  sedang menekankan arti penting komunikasi antar sesama manusia saja tetapi keterpisahan manusia dengan Allah akibat dosa telah membuat macet juga komunikasi manusia dengan Allah.  Perhatikan  frasaturunlah TUHAN untuk melihat kota dan menara yang didirikan oleh anak-anak manusia itusedang membicarakan tentang fakta kedatangan Allah tidak diketahui oleh manusia.  Manusia tidak lagi peka akan kehadiran Tuhan.  Bandingkan juga dengan Kejadian 3:8, ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman—yang mengungkapkanAdam dan Hawa jatuh dalam dosa dan enggan berkomunikasi dengan Allah, meskipun Allah menyatakan diri-Nya dalam wujud bunyi langkah kaki.Hal-hal inilah yang memberikan bukti kuat bahwa ketika Allah menyatakan diri-Nya maka sesungguhnya itu merupakan penyataan Allah tentang kerinduan-Nya untuk senantiasa bersekutu dengan manusia.Karena dosa membuat macet komunikasi dengan Allah maka Allah rela untuk membuka komunikasi kembali dengan manusia.Dan puncak kerinduan-Nya tercetak jelas di kayu salib (ant).

 

DOA: Bapa ajarku senantiasa untuk memelihara kehidupan doaku supaya memahami kehendak-Mu.