ALLAH YANG MENCIPTAKAN

by samuelyasa


1:1  Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.  . . . 31  Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam.

2:1  Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya.  2  Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu. 3  Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.                  

Kejadian

 

Berbicara tentang teori penciptaan maka sesungguhnya berbicara tentang ketiadaan menuju keberadaan. Keberadaan yang tidak disebabkan oleh dirinya sendiri tetapi disebabkan oleh sang penyebab keberadaan. Dan sudah selayaknya sumber dari segala keberadaan itu sendiri sudah ada dan selalu ada. Dirinya disebut sebagai yang ada dan tidak disebabkan oleh yang lain, melainkan yang menyebabkan keberadaan yang lain. Dialah Sang Prima Kausa, Sang Penyebab Utama yang tidak disebabkan oleh yang lain.

Alkitab mencatat Allah-lah yang menciptakan langit dan bumi dan segala isinya. Allah-lah Sang Prima Kausa tersebut, Dia-lah Allah Sang Pencipta, bukan Allah yang diciptakan. Manusia sebagai ciptaan tidak pernah menjadi lebih hebat dari Penciptanya, dan sudah seharusnya bila  manusia tunduk, taat dan beribadah kepada Penciptanya.

Dosa telah membuat kondisi ini terbalik; manusia mengingkari eksistensi dan posisi Sang Pencipta; manusia ingin menjadi sama dengan Tuhan Allah; manusia menginginkan posisi Allah; bahkan manusialah yang kemudian menciptakan “allah-allah” bagi dirinya, buah pekerjaan tangannya, kreasi pemikirannya, pertanda kedegilan hatinya.

Mempercayai Allah yang mencipta berarti mempercayai kekuasaan-Nya. Bukan sekedar kekuasaan untuk mencipta, tetapi juga kekuasaan-Nya yang memelihara, kekuasaan-Nya yang mengatur. IA yang mengatur alam semesta, IA yang meletakkan setiap bintang dan isi tata surya ini berada dalam orbitnya; IA pulalah yang mengatur dan memelihara kehidupan manusia dengan berbagai musim yang dilaluinya.

Betapa beraninya manusia mengingkari & melawan Allah!                   jp