Memerlukan Tuhan di Atas Hal-Hal Jasmaniah

by samuelyasa


Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang

(Wahyu 3:17)

Apakah kita pernah berfikir bahwa kita kaya dan bahwa Anda terpuaskan sehingga kita tidak membutuhkan apa-apa? Kadang kala, saat seorang teman berulang tahun dan kita ingin membeli kado buat dia, kita memeras otak dan berpikir keras tanpa hasil tentang apa yang harus kita berikan padanya. Karena, dia tidak kekurangan apa-apa, dia memiliki segalanya. Sama seperti yang dikatakan oleh ayat ini, kamu kaya, kamu makmur, dan tidak membutuhkan apa-apa. Namun di bagian akhir ayat itu Yesus Kristus berkata, “dan karena engkau tidak tahu…” Persoalan terbesarnya adalah bahwa kita tidak tahu. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi, kita tidak tahu kita sekarang ini berada dalam kondisi apa. Banyak hal yang tidak kita ketahui. Sama seperti orang yang merasa tidak sehat dan mereka pergi memeriksa kesehatannya di rumah sakit. Jika tidak ada pemeriksaan kesehatan, maka mereka tidak akan tahu. Setelah mereka diperiksa, mereka menjadi ketakutan karena diberitahu doktor bahwa kanker telah menggerogoti tubuhnya. Masalah terbesar dari umat manusia adalah ini: mereka tidak tahu bahwa mereka “melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang.” Apakah arti dari semua itu? Semuanya itu dapat dijelaskan dengan satu kata, yaitu  belenggu. Apakah saat ini hidup kita juga masih berada dalam belenggu? Kita bisa saja kaya. kita bisa makmur, namun di saat yang sama, kita juga bisa menjadi budak dosa. Jika dosa masih mengikat kita maka kita masih belum bisa dikatakan sebagai orang yang merdeka. Ketika kita menyadari akan hal ini maka kita diperhadapkan pada sebuah kenyataan bahwa kita membutuhkan pertolongan untuk bebas dari belenggu itu. Dan pertolongan ini tidak lain, tidak bukan dan tidak salah lagi hanya ada di dalam Allah.

Sadarilah keadaan kita yang sebenarnya, dan jangan mengandalkan hal-hal yang jasmaniah. Yang jasmaniah akan segera berlalu. Semua itu tidak akan bertahan menghadapi ujian. Bersandarlah hanya pada tangan pertolongan Allah yang kekal!                                                                                                        Dan