Memerlukan Tuhan di atas Ilmu Pengetahuan

by samuelyasa


Orang bebal berkata dalam hatinya: “Tidak ada Allah.”  (Mzm.14:1; 53:2)

 

            Dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin canggih, saat ini banyak orang yang menyandarkan diri pada iptek dan akhirnya terjebak pada pemikiran bahwa dunia ini tidak memerlukan Allah. Ini pula yang menjadi salah satu argument beberapa orang ateis Indonesia yang semakin berani menunjukkan eksistensi diri dengan tergabung dalam group facebookAnda Bertanya Ateis Menjawab’. Mereka beranggapan bahwa keyakinan relijius tidak ilmiah, tidak dapat dibuktikan dan tidak diperlukan lagi karena banyak pertanyaan sudah berhasil dijawab dengan baik oleh sains. Benarkah demikian? Penyelidikan ilmiah justru semakin menguatkan suatu fakta bahwa dunia ini berada dalam keteraturan yang luar biasa, yang jika berubah sedikit saja akan mengakibatkan kehancuran yang luar biasa. Misalnya;

  1. Jumlah oksigen di bumi mencapai 21% dari atmosfer. Jika jumlahnya mencapai 25% maka akan terjadi kebakaran dimana-mana, dan jika jumlahnya mencapai 15% maka semua akan mati keracunan.
  2. Gravitasi ideal dan konstan antar tata surya. Jika gravitasi bumi berubah 0,00000000000000000001% saja, maka matahari tidak akan ada lagi dan beberapa planet akan saling bertabrakan
  3. Jika planet Yupiter tidak tetap pada orbitnya, maka bumi akan dibombardir dengan banyak meteor, komet dan asteroid, karena Yupiter berfungsi sebagai ‘vacuum cleaner’ yg menyedot semua itu dg gravitasinya yang besar

Semua ilmuwan yang rasional—bahkan Richard Dawkin pun—mengakui keteraturan ini, namun mereka memberikan penjelasan yang berbeda—yang sebenarnya justru tidak masuk akal. Satu-satunya jawaban atas semuanya ini adalah bahwa ada satu Pribadi yang mencipta dan mengatur alam semesta ini—dan Dia adalah Allah. Tanpa Allah, manusia akan binasa. Tanpa Allah, semua kehebatan ilmu pengetahuan tidak berarti. Oleh sebab itu mari kita senantiasa bersyukur dan berserah hanya pada Dia, Allah yang mengatur dan menguasai alam semesta dan seluruh kehidupan kita.                                   Dan