People Need the Lord—Human Nature

by samuelyasa


 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi”  (Kejadian 1:27-28)

 

Banyak orang yang terjebak ke dalam dua pandangan ekstrem ketika berbicara mengenai keberadaan manusia. Di satu sisi ada kalangan yang menekankan superioritas manusia sebagai makhluk ciptaan yang paling sempurna. Namun di sisi lain ada kalangan orang yang menekankan kelemahan manusia sebagai makhluk yang fana. Ketika kita mau menapaki jalan hidup ini kita harus memahami keberadaan kita dengan benar. Bagian ayat ini menyatakan bahwa segera sesudah menciptakan Adam dan Hawa, Allah berbicara kepada mereka. Hal yang unik mengingat Dia tidak melakukan hal ini kepada ciptaan-Nya yang lain; Dalam ayat-ayat sebelumnya, setelah menciptakan sesuatu Allah cukup melihat ciptaan-Nya itu dan menyatakan bahwa ciptaan itu baik, lalu melanjutkan pekerjaan-Nya. Pertanyaannya adalah, mengapa Allah berbicara kepada manusia? Allah mengetahui bahwa sekalipun manusia adalah ciptaan yang sempurna yang hidup di dalam hubungan yang sempurna dengan Dia, mereka tidak dapat memahami hidup dengan kemampuan mereka sendiri. Manusia memerlukan pertolongan dan petunjuk dari Allah untuk dapat memahami hidupnya. Mereka diciptakan untuk bergantung pada Allah. Hal ini tidak terjadi sebagai akibat keberdosaan mereka—karena ayat ini terjadi sebelum kejatuhan dalam dosa (Kej.3). Manusia memerlukan pertolongan karena mereka adalah manusia. Kita—manusia—tidak dapat hidup jika tanpa Allah berbicara dan mengarahkan kita. Mari kita menyadari hal ini, bahwa kita senantiasa memerlukan Allah dan firman-Nya. Kita memang diciptakan special di antara makhluk ciptaan lain, tapi kita nothing tanpa tuntunan dan bimbingan Allah. Kesadaran akan hal ini akan membawa kita pada kerendahan hati untuk mendengarkan firman-Nya yang menuntun hidup kita. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi dan kita hadapi sepanjang tahun ini. Namun biarlah firman Allah yang menuntun kita untuk dapat menjalaninya dan memahami tujuan hidup kita yang sebenarnya.  Dan