Komunitas Misioner 4

by samuelyasa


“Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman. Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: “Di manakah engkau?”                                                  Kejadian 3:8-9

 

Ada petikan redaksi yang menarik yang penulis kutip dari http://www.fimadani.com/keteguhan-walikota-bogor-soal-gereja-dikirimi-3-karung-surat-dari-luar-negeri/ (lokasi web non Kristen yang sengaja dipilih oleh penulis untuk mendapatkan pemahaman dari sudut pandang yang lain) yang mengupas persoalan seputar keberadaan gereja di Bogor yang sampai sekarang menjadi perhatian dunia Internasional. Demikian petikannya:

‘Sementara itu, Diani Budiarto (red: walikota Bogor) sendiri menyatakan, justru jemaat *** (*sengaja disensor oleh penulis) yang tidak mau berdialog. “Mereka di tingkat pemerintah daerah saja tidak taat pada saya. Mereka tidak mau berdialog, tetapi mereka yang ngotot soal putusan MA itu,” kata Diani.’

Dari petikan di atas, maka dapat ditarik satu pelajaran penting bahwa kegagalan membentuk komunitas yang misioner adalah keengganan orang percaya untuk mau terbuka dan membuka ruang dialog serta membangun kerja sama yang baik untuk membangun kerajaan Allah di dunia ini. Jika orang di luar gereja saja bisa melihat dengan baik persoalan ini, maka alangkah malunya kita tidak bisa menangkap dengan baik tentang isu dan dinamika ini tengah ada dikalangan orang percaya. Bahwa orang percaya tidak bisa diajak berdialog. Bagian firman Tuhan diatas memberikan gambaran jelas bagaimana Allah mau membuka dialog dengan manusia yang sangat kondusif dan jauh dari atmosfir penghakiman, meskipun Allah lakukan itu pun tidaklah salah. Tetapi Allah mengembangkan dialog yang baik. Allah juga berdialog bukan dalam situasi yang memanas, tetapi dihari yang sejuk. Allah tidak sedang mengintimidasi dengan pertanyaan “apa yang telah engkau perbuat” atau “langsung saja main usir, dihukum bahkan dibinasakan” tetapi Allah bertanya “dimanakah Engkau?” Dialog seperti inilah yang harus kita kembangkan bagi dunia yang telah bengkok ini. Mulailah dari intern komunitas itu akan membangun dialog sejuk dikalangan komunitas. Jadikan itu sarana menciptakan atmosfir misioner. Jadikan itu menjadi habit maka kita akan bisa juga berdialog dengan sejuk pada orang-orang diluar sana untuk memperkenalkan Injil. (ant)

 

Doa: Tuhan beri hati kami untuk terbuka dan berdialog dengan sesama.