Komunitas Misioner 3

by samuelyasa


“Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka”                                  Matius 7:12

 

Salah satu penyebab mengapa kehadiran gereja di tolak oleh masyarakat adalah karena gereja itu egois.  Gereja bisa saja menjadi egois karena dipenuhi oleh komunita dan individu yang egois, yakni pribadi yang sukar untuk menyatu dengan lingkungan. Ciri pribadi egois adalah hanya dapat melihat dari sudut pandangnya; tidak dapat melihat dari sudut pandang orang lain, apalagi merasakan apa yang orang lain rasakan. Sehingga tidak mudah juga untuk berdiskusi dengannya karena ia akan berusaha keras agar kita menuruti pendapatnya. Akhirnya lingkungan sulit menerimanya karena tidak ada usaha darinya untuk menyesuaikan diri. Lingkungan akan menghindar berelasi dengannya sehingga ia terpaksa hidup dalam kesendirian. Malangnya, makin terkucil, makin ia menganggap bahwa lingkunganlah yang salah. Pada akhirnya orang yang egois hidup dalam kesendirian. Apakah kita menghendaki komunita kita akan seperti ini? Ditolak kehadirannya oleh masyarakat? Yesus menghendaki bahwa tiap kita tidak menjadi komunitas yang egois namun yang misioner. Ayat di atas tidak sedang berbicara bahwa segala sesuatu akhirnya berpusat ke diri sendiri. Nilai misioner justru kental disana, penekanan pada perubahan hidup yang harus dialami oleh setiap orang percaya. Pengajaran yang disampaikan Yesus sewaktu berkhotbah dibukit ini sedang berbicara pada menjadikan Kerajaan Allah sebagai arah dan tujuan seluruh gerak dan kehidupan orang percaya. Perubahan harus dimulai dari diri. Perubahan harus dimulai dari dalam. Menghendaki komunitas misioner dimulai dari dalam diri komunitas itu sendiri yang akhirnya mengubah dan mempengaruhi kehidupan individu yang lain dalam komunitas tersebut. Tuntutan untuk mengubah dunia harus diawali dengan mengubah diri sendiri. Mari kita jadikan diri kita Injil terbuka bagi yang lainnya. Yesus dalam mengubah dunia bukan berangkat dari orang lain. Yesus memberikan diriNya sendiri menjadi teladan bagi orang lain. Setia dan taat pikul salib menggantikan kita. Inilah langkah praktis menjadi komunitas misioner. Sulit? Kita sendiri yang bisa menjawabnya. (ant)

 

DOA: Bapa ajarku menjadi Injil terbuka bagi yang lain