Komunitas Misioner 2

by samuelyasa


“…Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.”                                                             Yohanes 4:23-24

 

Tentunya kita tidak asing dengan lirik pujian berikut ini:

 

Ku tak membawa apapun juga
Saat ku datang ke dunia
Kutinggal smua pada akhirnya
Saat ku kembali ke Surga

Inilah yang kupunya Hati sbagai Hamba
Yang mau taat dan setia padaMu Bapa
Kemana pun kubawa hati yang menyembah
Dalam Roh dan Kebenaran sampai s
lamanya.

Bagaimana aku membalas kasihMu
Semua yang kupunya itu milikMu.

 

Apabila kita perhatikan inti dan pesan dari pujian ini adalah seluruh hidup kita dibungkus dalam satu kalimat “Tuhan, ku mau persembahkan hidupku yang bulat taat dan setia dalam Roh dan Kebenaran kepadaMu.” Pesan ini sarat dengan apa yang diharapkan oleh Yesus bagi umatNya (lih. ayat diatas). Yesus menghendaki komunita kita adalah penyembah-penyembah yang benar. Tentunya langkah praktis untuk dapat membentuk komunita misioner yang benar harus berangkat dari kehidupan ibadah yang benar yang dimulai dari kerinduan kita memiliki kehidupan doa yang benar. Sudahkah kita memiliki kehidupan doa yang benar? Jika rangkaian penginjilan itu mengisi tiap kegiatan dengan Injil, maka bukankah setiap kegiatan kita itu adalah bagian dari doa kita? Kehidupan Yesus memulai dan mengakhirinya dengan doa. David Byrant mengatakan, “there is a threefold development in God’s pattern of  awakening: first, there are prayer movements, then there is revitalization, then expansion”. Doa memegang peranan lebih penting daripada pengetahuan tentang misi dan berbagai metode/strategi dalam misi. Suatu metode tidak selalu bisa diaplikasikan dalam konteks tertentu, tetapi doa berada di atas semua konteks. Mari kita bangun doa misi yang baik. (ant)

DOA: Tuhan karuniakan bagiku untuk menghadirkan tiap kegiatanku sebagai doa

Iklan