Janji Di Balik Panggilan Tuhan (1)

by samuelyasa


Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.” Kejadian 12: 1-20

 

Dalam kehidupan ini semua orang mengejar berkat.  Tidak ada seorang pun yang mau jauh dari berkat tersebut.  Ini adalah sebuah janji yang diberikan Tuhan kepada Abram.  Tuhan akan menjadikan Abram sebagai berkat.  Tuhan mempersiapkan Abram dengan janji yang sangat indah yaitu Tuhan akan senantiasa menjagai dan menyertai Abram.  Tuhan akan memakai orang-orang di sekitarnya untuk menjadi berkat bagi Abram dan Tuhan akan memberkati orang yang memberkati Abram.  Dari pernyataan ini kita bisa mempelajari bahwa hidup menjadi berkat bukanlah sebuah kebodohan karena kehidupan yang menjadi berkat adalah kehidupan yang menyenangkan hati Tuhan.  Sebagai saluran berkat, Abram akan mendapatkan berkat Tuhan melalui orang-orang di sekitarnya. Ada sebuah janji penyertaan yang luar biasa.  Dan ternyata dari ayat di atas kita menemukan satu hal yang indah lagi yaitu Tuhan tidak pernah membiarkan anak-Nya diperlakukan dengan tidak baik.  Janji Tuhan kepada Abram adalah Tuhan akan mengutuk orang-orang yang mengutuk Abram.  Dari janji ini kita belajar agar kita tidak membalas orang-orang yang berbuat jahat kepada kita bahkan mereka yang mengutuk kita karena itu adalah bagiannya Tuhan. Bagian kita adalah mengerjakan apa yang teah dipercayakan Tuhan kepada kita. Saudaraku, kita akan mengalami banyak dinamika di dalam mengikuti jalan panggilan Tuhan.  Ada kalanya ketika kita menjadi berkat bagi orang lain, kita mendapatkan respon yang baik.  Tetapi kadangkala ketika kita menjadi berkat bagi orang lain, kita malahan mendapatkan respon yang tidak baik. Orang  yang merasakan berkat dari kita justru mengatai-ngatai kita.  Dalam situasi seperti ini biasanya kita akan terbawa emosi bahkan mungkin kita berjanji tidak akan mau lagi berhubungan dengan orang tersebut.  Sebenarnya bukan respon seperti itu yang Tuhan harapkan dari kita.  Yang seharusnya kita lakukan adalah tetap menghargainya sebagai pribadi yang berharga di mata Tuhan.

 

Doa: Tuhan, mampukan aku untuk tetap menjadi berkat di tengah-tengah sulitnya tantangan yang ada di depanku.  Kuatkan aku agar aku mampu menghadapi orang-orang yang senantiasa menolak berkat yang Tuhan ingin sampaikan melalui diriku. Amin.                                                  Jho