Harga Sebuah Panggilan (2)

by samuelyasa


12:10  Ketika kelaparan timbul di negeri itu, pergilah Abram ke Mesir untuk tinggal di situ sebagai orang asing, sebab hebat kelaparan di negeri itu. Gen 12:16  Firaun menyambut Abram dengan baik-baik, karena ia mengingini perempuan itu, dan Abram mendapat kambing domba, lembu sapi, keledai jantan, budak laki-laki dan perempuan, keledai betina dan unta. Kejadian 12: 1-20

Ternyata tantangan yang dihadapi oleh Abram bukan hanya pada saat ia mendapatkan panggilan di negerinya tetapi dalam perjalanan mengikuti panggilan pun tantangan itu datang menerpa.  Dalam perikop yang menjadi perenungan kita ini dituliskan bahwa Abram menghadapi bahaya kelaparan sehingga ia harus pergi ke Mesir dan tinggal sebagai orang asing di sana.  Tinggal di negeri yang asing membuatnya harus memikirkan jalan bagaimana ia bertahan hidup.  Abram tahu istrinya, Sarai adalah seorang wanita yang cantik dan ia tahu pula bahwa akan ada orang yang tertarik akan kecantikan istrinya tersebut bahkan Firaun pun tertarik kepada istrinya.  Dan apabila orang tahu kalau Abram adalah suaminya maka Abram takut akan dibunuh. Itulah sebabnya ia mengadakan persepakatan terlebih dahulu dengan istrinya Sarai.  Dan memang apa yang ditakutkan oleh Abram itu terjadi.  Dan tantangan ini pun datang menghampiri Abram.  Tantangan ini datang menghampiri Abram pada saat Abram sedang menjalani dan mengikuti panggilan Tuhan atas dirinya. Saudaraku yang terkasih, jangan pernah berpikir bahwa ketika kita berjalan mengikuti panggilan Tuhan maka kita “imun” terhadap segala macam tantangan karena justru di dalam jalan Tuhanlah akan begitu banyak tantangan yang akan datang menghadang langkah kita untuk taat kepada panggilan-Nya.  Tantangan-tantangan tersebut datang seijin Tuhan bukan bertujuan untuk melemahkan iman kita tetapi justru melalui tantangan-tantangan yang ada inilah iman kita semakin diteguhkan di dalam Tuhan.  Saudaraku, Abram pun diproses dengan sedemikian rupa sampai ia menjadi seperti panggilan yang diberikan Tuhan kepadanya yaitu menjadi berkat bagi semua kaum.  Proses demi proses ini dialami dan dijalani oleh Abram dengan setia yang sampai akhirnya ia pun disebut sebagai “sahabat Allah” (Yak. 2:23).  Seperti yang saya katakan di renungan di hari pertama bahwa kita semua mempunyai panggilan yaitu untuk menjadi berkat oleh karena itu mari kita belajar dari Abram dan membiarkan Tuhan memproses kita dengan sedemikian rupa sehingga Tuhan menemukan kemurnian dalam diri kita dan kita pun menjadi pribadi-pribadi yang senantiasa menyenangkan hati Tuhan dan menjadi kebanggaan bagi Tuhan.  Amin.                       Jho

Iklan