Harga Sebuah Panggilan (1)

by samuelyasa


Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: “Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; Kejadian 12: 1-20

 

 

Panggilan yang diberikan oleh Tuhan kepada Abram membuatnya harus mengambil keputusan dan keputusan yang diambil adalah mengikuti panggilan tersebut.  Mengikuti panggilan yang diberikan Tuhan kepadanya ini membuat Abram harus menerima segala konsekuensi yang ada di depannya yang mungkin saja menimbulkan sesuatu yang tidak menyenagkan baginya.  Ketika saya mendapatkan panggilan untuk menyerahkan diri melayani Tuhan sebagai seorang hamba Tuhan, ada banyak hal yang harus dipertimbangkan.  Langkah pertama adalah memutuskan masuk sekolah teologia yang mana. Setelah itu harus menghentikan semua kegiatan rutin saya yang menghasilkan “uang” bagi saya dan masuk ke asrama di mana saya hanya mengandalkan sponsor yang membiayai studi saya.  Tetapi inilah yang harus saya lakukan dalam mengikuti panggilan Tuhan bagi saya. Saudaraku, ternyata untuk mengikuti sebuah panggilan itu tidak menjadi hal yang mudah karena ada harga yang harus dibayar.  Ketika Abram mendapatkan panggilan ini, ia pun menghadapi situasi yang sama.  Ada tantangan yang harus dihadapinya di depan sana.  Dalam panggilan ini, saya menemukan adanya tingkatan yang semakin lama semakin sulit untuk dilakukan.  Panggilan pertama adalah “pergi dari negerimu”, kedua “dari sana saudaramu”, ketiga “dari rumah bapamu”, keempat “ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu”.  Perhatikan keempat panggilan ini. Dalam perenungan saya berkenaan dengan panggilan Abram ini, saya mendapati bahwa panggilan ini menuntut harga yang semakin berat.  Meninggalkan negeri kelahiran tidaklah sesulit dia harus jauh dari sanak saudara. Meninggalkan sanak saudara tidaklah sesulit jauh dari rumah orang tua.  Dalam tradisi pada masa itu, meninggalkan rumah orang tua berarti kehilangan hak waris dan ini sesuatu yang tidak mudah.  Ditambah dengan panggilan keempat “ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu” menjadi bagian yang lebih sulit lagi.  Meresponi panggilan ini berarti Abram harus jauh dari negergi kelahirannya, jauh dari keluarganya, kehilangan hak warisnya dan hidup sebagai seorang asing di negeri orang. Sungguh bukan panggilan yang mudah untuk dilakukan karena harus mengalami kehilangan yang cukup banyak. Saudaraku, memang ada harga yang harus kita bayar oleh karena itu marilah kita meminta agar Tuhan menolong dan memampukan kita untuk mengerjakan panggilan tersebut.  Amin.                          Jho

Iklan