Panggilan Istimewa Allah Bagi Manusia

by samuelyasa


Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: “Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu;      Kejadian 12: 1-20

Kisah yang menjadi bahan perenungan bagi kita hari ini merupakan kisah yang sudah tidak asing lagi bagi kita.  Ini adalah cerita tentang pemanggilan terhadap Abram.  Panggilan ini adalah panggilan yang sangat istimewa karena Abram adalah seorang yang hidup di tengah-tengah lingkungan yang menyembah “allah” lain.  Dia tinggal di daerah Ur-Kasdim yang kalau kita lihat di peta maka kita akan menemukan daerah ini ada di daerah Babel.  Panggilan ini boleh disebut sebagai panggilan misterius karena berasal dari Tuhan yang tidak dikenal oleh Abram dan tujuan yang tidak disebutkan di dalam panggilan tersebut.  Panggilan ini seakan mencabut sebuah tanaman dari akarnya karena panggilan ini mengakibatkan keterpisahan Abram dari sanak saudaranya di Ur-Kasdim. Ini adalah sebuah panggilan yang tidak mudah untuk diikuti.  Tetapi justru panggilan seperti inilah yang diterima oleh Abram dari YHWH.  Tetapi dalam kisah ini kita menemukan sebuah keberanian yang luar biasa dari Abram untuk mengikuti dan melaksanakan panggilan tersebut.  Abram pergi meninggalkan negeri yang menjadi tempat dia lahir dan menjalani kehidupannya sampai dia dipanggil oleh Tuhan.  Dia harus meninggalkan sanak saudara dan rumah bapanya yang selama ini menjadi tempat perlindungan baginya.  Saudaraku, inilah yang dilakukan oleh seorang Abram dalam meresponi apa yang menjadi rancangan Allah dalam hidupnya. Saudaraku, setiap kita mempunyai panggilan yang berasal dari Tuhan yang sama.  Kita dipanggil dari berbagai macam latar belakang, status ekonomi dan status sosial.  Panggilan Tuhan ini adalah panggilan yang sangat istimewa karena Ia yang memanggil kita bukanlah Allah yang memandang siapa kita sehingga Ia memanggil kita untuk masuk dalam rancangan besar Allah dalam hidup manusia.  Panggilan ini adalah sebuah panggilan istimewa yang terjadi hanya karena kasih Allah kepada kita manusia. Allah sedang menantikan kita untuk meresponi panggilan ini dengan tepat.  Kita diharapkan bisa berespon dengan tepat sama seperti respon yang diberikan Abram terhadap panggilan Tuhan ini.  Saudaraku, jangan biarkan panggilan ini berlalu begitu saja karena panggilan ini adalah panggilan yang sangat agung dan luar biasa bagi kita sebagai manusia.  Mari pikirkan dan renungkan hal ini dalam hidup kita.  Kiranya Tuhan selalu menyerti kita sehingga kita dimampukan untuk memberikan respon yang tepat. Amin.                                                              Jho