KEPENTINGAN & PENGORBANAN

by samuelyasa


2:5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, 6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, 7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.                                               Filipi

 

Berseberangan dengan perenungan kita di hari Selasa, bila kita mengutamakan kepentingan orang lain (orang banyak) salah satu konsekuensinya adalah kita berani mengorbankan kepentingan diri sendiri (khususnya nila terjadi kepentingan yang saling bertolak belakang). Ada hal-hal yang tidak harus kita pertahankan apalagi kita menyadari adanya sesuatu yang jauh bernilai yang akan dicapai dikemudian hari.

Kita harus akui bahwa hal itu sulit. Ada beberapa spekulasi yang dapat dimunculkan mengapa Paulus memberikan contoh Kristus sebagai tokoh yg diteladankan dalam hal ini. Kemungkinan-2 tersebut antara lain adalah:

  • Dalam hal tertentu Paulus berani mengatakan agar meneladani dirinya karena ia telah meneladani Kristus, tetapi tidak dalam hal ini – mungkin berangkat dari kesadaran betapa sulitnya melakukan hal ini. Paulus sadar ia belum bisa menjadi contoh dalam hal ini (simak perseteruannya dg Barnabas, Petrus, Markus dll)
  • Dengan kata lain, Yesuslah tokoh yg tertepat sebagai peneladan dalam hal ini, bahkan IA telah melakukannya melalui kehadiran-Nya di tengah-2 manusia yang berdosa.
  • Menunjukkan betapa seriusnya dampak permasalahan ini di tengah-2 jemaat Filipi, karena terjadinya di antara para pemimpin umat yg memberikan pengaruh besar kepada jemaat, sehingga contoh Yesus langsung membawa pada kondisi skak mat. Mereka tidak mungkin mendebat contoh yg ditampilkan Paulus.
  • Bukan sikonnya saja yang serius, tetapi problem mementingkan diri sendiri dan tidak mengutamakan kepentingan orang lain adalah problem serius, bahkan sangat serius. Tabiat buruk manusia yang seumur dg peradaban manusia itu sendiri, khususnya ketika mulai jatuh dalam dosa.

Tantangan: beranikah kita mengorbankan kepentingan kita?                     jp