MANUSIA & KEPENTINGAN

by samuelyasa


2:1 Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan, 2 karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, 3 dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; 4 dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga. Filipi

Kemarin kita telah membicarakan PENTING yang bersifat subyektif, artinya ketika kita berbicara penting belum tentu mencapai sebuah kesepakatan yang sama tentang apa itu yang dianggap penting. Ada yang mengatakan prose situ lebih penting ketimbang hasil, tetapi di sisi lain ada yang mempertahankan bahwa hasil itu penting dan tidak peduli bagaimana mencapainya. Ada yang bersikukuh bahwa yang penting diri kita masing-masing mendapat keuntungan/manfaat, di sisi lain ada yang berjuang mewakili kebersamaan atau kepentingan orang banyak. Dalam sikon ke-PENTING-an yang subyektif seperti inilah sangat rentan terhadap timbulnya masalah dan konflik.

Manusia berdosa ini akan selalu berjuang mempertahankan dan memperoleh kepentingannya. Namun bila ia berseberangan dengan kepentingan orang lain, maka jalan keluar pertama yang akan diambil adalah memaksakan kepentingannya; bila tidak berhasil maka akan berusaha untuk “menyelaraskan” kepentingannya untuk mencapai saling enak keduanya (win-2 solution). Bila masih tidak berhasil, kemungkinan ia akan keluar/melepaskan diri ikatan yg telah terjalin. Sulit baginya untuk mengakui kepentingan orang lain (orang banyak), karena bila ia menerimanya sama halnya dengan ia mengakui bahwa apa yg dianggapnya PENTING itu ternyata sesuatu yang TIDAK PENTING.

Inilah yang membuat petuah Paulus bagi orang-2 di Filipi (juga bagi kita) bukanlah sesuatu yang mudah untuk diterima. Masalahnya, dalam konteks hidup bersama sebagai tubuh Kristus/jemaat Allah untuk tidak menguatamakan kepentingan diri sendiri dan mementingkan orang lain (orang banyak) itu adalah PENTING. Sanggupkah kita?                     jp