APAKAH MANUSIA?

by samuelyasa


8:4 Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kautempatkan: 5 apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya? 6 Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat. 7 Engkau membuat dia berkuasa atas buatan tangan-Mu; segala-galanya telah Kauletakkan di bawah kakinya: 8 kambing domba dan lembu sapi sekalian, juga binatang-binatang di padang; 9 burung-burung di udara dan ikan-ikan di laut, dan apa yang melintasi arus lautan. 10 Ya TUHAN, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi!                                                                              Mazmur

 

Bila pertanyaan ini diajukan kepada kita, apakah jawab kita? Ketika pemazmur menuliskan bagian ini, dia membandingkan dengan kebesaran Tuhan, buatan tangan Tuhan, yang membuatnya tidak mampu memahami, mengapa Tuhan yang luar biasa itu mau peduli pada manusia. Bukan sekedar peduli tetapi juga memahkotainya dengan HORMAT dan KEMULIAAN, menjadikannya sebagai PENGUASA.

Apakah manusia? Mari merenungkan pertanyaan ini, siapakah kita, mengapa Allah mengasihi kita, apakah kita bisa menemukan alasannya? Pemazmur menggunakan kata tanya “apakah,” yang mungkin bagi kita rasanya lebih tepat menggunakan “siapakah.” Dalam perenungan, mungkin saja hal ini semakin menandaskan betapa kecil dan rendahnya manusia ini, yang disetarakan dengan benda/barang. Justru dengan itu semakin terlihat kemuliaan anugerah Tuhan kepada manusia ini.

Terkadang ada pasangan-pasangan tertentu yg bisa memberi alasan mengapa mencintai pasangannya, namun ada juga yang tidak menemukan alasannya, walaupun harus diakui pasti ada daya tarik khusus yang dimiliki atau ada rasa kecocokan yang dirasakan. Lain halnya dengan kasih Kristus kepada manusia, tidak akan ada alasan yg kita bisa temukan!  Satu-satunya alasan yang dapat kita lontarkan yakni TUHAN mengasihi saya – That’t it.

 

DOA. Ketika kami tidak dapat menemukan alasan mengapa Engkau mengasihi kami, justru disitulah letak kebesaran kasih-Mu kepada kami yg tak terselami itu, yg kami terima dg segala ucapan syukur kepada-Mu.   -hp