Keseimbangan dalam menghargai orang lain dilingkungan keluarga, pekerjaan dan pelayanan

by samuelyasa


Keseimbangan dalam menghargai orang lain dilingkungan keluarga, pekerjaan dan pelayanan
2 Raja-raja 5:1-27
Berkatalah gadis itu kepada nyonyanya: “Sekiranya tuanku menghadap nabi yang di Samaria itu, maka tentulah nabi itu akan menyembuhkan dia dari penyakitnya.” … Maka turunlah ia membenamkan dirinya tujuh kali dalam sungai Yordan, sesuai dengan perkataan abdi Allah itu. Lalu pulihlah tubuhnya kembali seperti tubuh seorang anak dan ia menjadi tahir. (2Raj.5:3,14)

Akhir-akhir ini media televisi dan cetak disibukan dengan pemberitaan kasus Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang mendapat hukuman pancung ketika bekerja di Arab Saudi. Ulasan judul pemberitaan okezone.com menarik untuk direnungkan “Andai Ruyati berdarah Arab,” maka sesungguhnya cerita berbeda akan terjadi pada diri Ruyati binti Satubi, meski melakukan pembunuhan, proses eksekusinya tak akan sedemikian cepat. Terlepas dari persoalan pelaksanaan hukuman, maka yang lebih penting untuk disikapi adalah bagaimana bisa terjadi pembunuhan yang dilakukan Ruyati terhadap tuannya. Pengadilan mengungkap bahwa telah terjadi tidak adanya saling menghargai antara tuan dan hamba, sehingga membangkitkan amarah satu dengan yang lain.
Rupanya persoalan untuk menghargai dilingkungan keluarga, pekerjaan dan pelayanan menjadi penting untuk disikapi bersama. Suami istri Naaman ternyata memberikan teladan yang baik dalam soal menghargai orang lain. Karena bukan hanya istri Naaman mendengarkan cerita hambanya perempuan yang masih sangat muda tentang adanya seorang Nabi Israel yang bisa menyembuhkan sakit suaminya. Terlebih lagi Naaman sebagai seorang panglima perang terkenal juga mempercayai cerita hambanya untuk pergi mencari Elisa. Dan bahkan mau mendengarkan saran dari para pegawainya ketika disuruh mandi tujuh kali di sungai Yordan oleh seorang pembantu Elisa. Sikap-sikap yang baik seperti inilah yang akhirnya dilihat Tuhan sehingga menolongnya memperoleh kesembuhan dari Tuhan.
Tentunya sekarang sikap menghargai dengan penuh kasih menjadi barang yang langka. Karena tingkat kejahatan manusia oleh karena disebabkan oleh ketersinggungan harga diri menjadi sangat tinggi. Paulus juga memberikan nasihat “dan kamu tuan-tuan … jauhkanlah ancaman. Ingatlah bahwa Tuhan mereka dan Tuhan kamu ada di sorga dan Ia tidak memandang muka”
DOA:
Tuhan,tumbuhkan dalam diri keluarga kami untuk senantiasa saling menghargai dengan penuh kasih bahkan juga kepada orang yang berada disekeliling kami. Amin.