Keseimbangan materi dalamkeluarga dan pelayanan

by samuelyasa


Keseimbangan materi dalamkeluarga dan pelayanan
Kejadian 19:1-29

Tetapi isteri Lot, yang berjalan mengikutnya, menoleh ke belakang, lalu menjadi tiang garam. (Kejadian 19:26)

Sodom dan Gomora terletak di lembah Yordan yang berlimpah air, sehingga Lot memilihnya ketika akan berpisah dengan Abram. Namun, karena kejahatan penduduk kota tersebut, Sodom dan Gomora hendak dimusnahkan. Meski demikian, Tuhan memberi kesempatan kepada Lot untuk menyelamatkan diri dengan berlari ke Zoar. Sayangnya, istri Lot tak menuruti petunjuk malaikat Tuhan. Ia menoleh ke belakang-seakan-akan ia tidak rela meninggalkan kota tempat tinggalnya yang nyaman tersebut. Dan ia pun menjadi tiang garam.
Tentunya keluarga Lot termasuk istrinya berteman dengan orang-orang Sodom yang terkenal dengan kejahatannya. Setidaknya hal ini mungkin saja memberi andil besar terhadap keputusannya melalaikan perintah Allah. Ada keengganan dan rasa berat hati untuk meninggalkan kota itu. Di samping harta mereka yang banyak, teman-teman mereka juga tidak sedikit jumlahnya. Bahkan Tuhan Yesus ketika menerangkan kedatangan Kerajaan Allah menyinggung peristiwa ini dengan berkata, “ingatlah akan istri Lot,”(Luk. 17:32) untuk mengingatkan betapa setiap orang percaya harus memandang penting untuk segera menghindar dari kebinasaan dengan mengabaikan segala bentuk tawaran materi yang bisa membuat hati kita berpaling dari Allah dan keselamatan.
Hal-hal pada masa lalu kita mungkin sudah nyaman dan menyenangkan bagi kita. Akan tetapi, sebagaimana kehidupan Lot, ada kalanya Allah melihat sesuatu yang takkan berakibat baik apabila kita terus ada di tempat atau situasi yang sama. Dan, mempertahankan semuanya hanya akan membuat kita terhambat dan tidak akan maju. Karena itu, penting sekali bagi kita untuk memiliki hati pasrah bersandar kepada Tuhan; kemudian menata hati, bersiap menyambut hal-hal baru yang mungkin akan hadir. Dia jauh lebih tahu mana yang paling penting dan berharga dari hidup kita.

DOA:
Tuhan,kamimembutuhkan kesungguhan akan kesanggupan menanggung hal-hal yang tidak mengenakkan selama mengikut Tuhan Yesus. Mampukan ya Tuhan karena Kerajaan Allah memang menuntut prioritas yang mutlak diatas semua urusan-urusan pribadi kami. Amin.