Wanita Bijak

by samuelyasa


4: 24-26,” Tetapi di tengah jalan, di suatu tempat bermalam, Tuhan bertemu dengan Musa dan berikhtiar membunuhnya. Lalu Zipora mengambil pisau batu, dipotongnya kulit khatan anaknya, kemudian di sentuhnya dengan kulit itu kaki Musa sambil berkata: “Sesungguhnya engkau pengantin darah bagiku.” Lalu Tuhan membiarkan Musa. “ Pengantin darah ,” kata Zipora waktu itu, karena mengingat sunat itu.

Keluaran

Wanita bijak yang dimaksud di sini, bukanlah karena telah mengikuti acara wanita bijak dan di nyatakan lulus. Bukan juga karena telah mendapat gelar S1, S2 atau mungkin SS lainnya. Tentu juga wanita yang katanya kepenuhan roh lalu berbahasa roh. Tetapi wanita yang bertindak bijak di kala suami, keluarga mengalami sesuatu hal yang bisa merugikan bahkan bisa menghancurkan kelurganya.

Itulah yang di lakukan Zipora, isteri dari pada Musa. Karena Musa berdebat dengan Allah ketika ia di utus membebaskan bangsa Israel dari Mesir, maka Allah murka. Di tengan jalan menuju Mesir, waktu mereka bermalam, Allah mau membunuh Musa. Zipora melindungi Musa dengan dengan mengambil kulit khatan anak mereka dan menyentuhnya dengan kaki Musa sehingga Musa selamat. Wanita yang sangat bijaksana, yang sensitif melihat kekurangan, kendala terlebih berani bertindak demi adanya jalan  keluar di dalam permasalahan yang ada.

Pada jaman yang edan ini, dibutuh wanita-wanita yang demikian. Wanita yang tidak hanya bersolek. Wanita yang tidak hanya suka berpelesiran ke mall. Tetapi wanita yang sangat memperhatikan pendidikan anak-anaknya. Yang sangat memperhatika kekurangan suami serta berikhtiar menutupinya dengan tindakan yang tepat.   fd

Iklan