Pria Yang Macho

by samuelyasa


2: 10,”Tetapi jawab Ayub kepadaNya: Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?” Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya.

Ayub

 

Mungkin bapak ibu pernah melihat tayangan TV7, yang memperlihatkan suami-suami yang takut terhadap isteri. Perhatikan salah satu dari suami yang takut isteri itu berpenampilan macho, berotot, tinggi besar. Sangat ideal sebagai kepala kelarga yang melindungi. Tetapi ketika isterinya bicara, suami ini tidak berkutik. Apalagi kalau dia kedapatan salah, misalnya selingkuh, telinganya dijewer dan teriak-teriak seolah tidak berdaya. Badan macho tapi mental loyo.

Mungkin kita berkata bahwa itu hanya tayangan TV, tetapi sebanarnya terjadi di dunia nyata kehidupan. Ada suami yang tidak berdaya dihadapan isteri. Sehingga kalau isteri salah, isteri mengatur dengan tidak tepat, suami tidak berani berbuat apa-apa. Tentu kemungkinan besar keluarga ini bisa terjerumus di dalam kehidupan hancur.

Ayub di dalam bagian firman Tuhan yang kita baca di atas, melakukan hal yang sangat kontras. Di tengah-tengah dia mau belajar bertekun dalam penderitaan mengikut Tuhan, isterinya punya usul yang sangat tidak wajar, yaitu mengutuki Allah. Ayub berkata dengan tegas untuk menolak usul yang tidak wajar itu, walaupun fisiknya sudah lemah digerogoti penyakit barah dari ujung kepala sampai ke ujung kaki. Tetapi Ayub tetap memilki mental dan iman yang kuat. Pria ideal kebanggaan Tuhan. Pria yang bisa menjaga keutuhan keluarga sehingga tidak masuk ke dalam lembah kehancuran.                                                    fd

Iklan