Berkat Tuhan Atas Rumah Tangga yang Beribadah

by samuelyasa


119:9. Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu.

Mazmur

Berkat Tuhan atas keluarga akan terjadi apabila semua orang yang ada di dalamnya hidup takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan.  Mulai dari ayah sebagai imam dalam keluarga, istri sebagai penolong yang sepadan sampai pada anak.  Itulah sebabnya tidak heran kita menemukan perintah untuk mendidik anak yang diberikan Tuhan kepada para orangtua orang Yahudi ketika mereka sedang dalam perjalanan pulang ke tanah Kanaan.  ulangan 6: 5 tentunya sudah tidak asing lagi bagi setiap kita.  Inilah yang diajarkan pada orang tua hangsa Israel kepada anak-anak mereka supaya mereka akhirnya menjadi seperti yang dituliskan dalam Mazmur 119: 9 di atas.  Ada tahapan pendidikan yang menjadi kebiasaan dari orang Israel.  Usia 0-12 tahun, seorang anak secara mutlak berada dalam tanggung jawab pengawasan dari orang tuanya.  Lalu usia 12 tahun, ia akan dikirimkan ke sinagoge dan sepenuhnya ia menjadi tanggung jawab imam yang melayani di sinagoge sampai dia dewasa.  Suatu proses pendidikan yang sedemikian rupa sehingga anak-anak tersebut menguasai hokum Taurat yang diajarkan oleh rabi mereka.  Bukankah contoh ini yang kita saksikan dalam diri rasul Paulus?  Kalau kita bertanya, dari manakah ia mendapatkan semua pengajaran tersebut kalau bukan dari proses pembelajaran yang didapatkannya dari sejak dia kecil sampai dewasa.

Saudaraku, anak-anak adalah titipan yang diberikan Tuhan kepada kita.  Tuhan memberikan mereka kepada kita supaya kita menjagai dan merawat mereka dengan baik.  Bukan saja kebutuhan jasmani yang kita perhatikan tetapi juga kebutuhan rohani dari anak-anak kita.  Pendidikan kerohanian di rumah sangatlah penting.  Bangunlah kerohanian bersama-sama.  Jadilah keluarga yang takut akan Tuhan dan yang menjauhi kejahatan.  Mungkin kita bertanya, HOW?  Mulailah dengan mezbah keluarga yang di dalamnya kita bersama memuji Tuhan, membaca firman bersama, berdoa bersama.  Jangan berkecil hati dan minder karena mungkin sebagai orangtua kita tidak bisa bernyanyi dengan benar.  Mungkin kita takut tetapi singkirkan semuanya itu karena dampak yang akan kita dapatkan sangatlah besar. Dan bukan hanya itu saja, berkat Tuhan pun sedang menanti untuk setiap kita.  Oleh karena itu, marilah kita bersama-sama memulainya dan marilah bentuk anak-anak kita menjadi anak-anak yang takut akan Tuhan, menajuhi kejahatan serta menjadi anak yang menjaga kekudusan hidup di hadapan Tuhan.  Amin.             Jho