Berkat Tuhan = Kebahagiaan Dalam Keluarga

by samuelyasa


128:5 Kiranya TUHAN memberkati engkau dari Sion, supaya engkau melihat kebahagiaan Yerusalem seumur hidupmu, 128:6 dan melihat anak-anak dari anak-anakmu! Damai sejahtera atas Israel!

Mazmur

2:31 Sesungguhnya akan datang waktunya, bahwa Aku akan mematahkan tangan kekuatanmu dan tangan kekuatan kaummu, sehingga tidak ada seorang kakek dalam keluargamu.

1 Samuel

Dari firman Tuhan yang kita baca hari ini, kita mendapatkan bahwa takut akan Tuhan itu mendatangkan berkat dalam kehidupan keluarga.  Dalam renungan sebelumnya saya menuliskan bagaimana akhirnya Tuhan memberkati keluarga Ayub dengan kebahagiaan.  Ia mendapatkan kembali segala sesuatu yang menjadi miliknya mula-mula.  Dan bukan hanya itu, ia mendapatkan kekayaannya 2 kali lipat dari sebelumnya.  Keluarga dipulihkan kembali.  Ia mendapatkan  tujuh anak laki-laki dan 2 anak perempuan.  Bukan hanya itu, ada berkat lain yang diberikan yaitu kecantikan kepada ketiga anak perempuan Ayub.  Keluarga Ayub berakhir dengan kebahagiaan karena Ayub adalah seorang yang takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan.

Lain halnya dengan keluarga imam Eli.  Ketidak hormatannya kepada Tuhan membuatnya kehilangan berkat atas jeluarganya.  Ketidak takutannya kepada Tuhan membuatnya harus menerima konsekuensi yang sangat menyesakkan hati.  Eli harus menerima kenyataan bahwa anak-anaknya yaitu Hofni dan Pinehas mati pada saat orang Filistin merebut Tabut Perjanjian (ps. 4).  Eli harus menerima kenyataan bahwa ia mati tanpa pernah menjadi seorang kakek (2: 31).  Eli harus menerima kenyataan bahwa kaumnya habis sehingga ketugas keimaman pun berakhir dari kaumnya.  Bukan anak-anaknya yang menajdi imam menggantikan dia yang sudah tua, tetapi Samuel mengambil alih tugas tersebut.  Bahkan Eli sendiri pun harus mati.  Eli mendapatkan semuanya itu karena ia tidak takut dan tidak menghormati Tuhan.

Saudaraku, rasa takut dan hormat kepada Tuhanlah yang menjadi kunci kebahagiaan di dalam keluarga.  Rasa takut dan hormat kepada Tuhanlah kunci untuk mendapatkan berkat dalam keluarga kita.  Oleh  karena itu, sebagai kepala keluarga yang dipercaya oleh Tuhan  marilah kita membangun rasa takut dan hormat ini.   Jangan sampai kita kehilangan berkat Tuhan oleh karena kelalaian dan ketidaktaatn kita.  Amin.           Jho