Ayah yang Berdoa

by samuelyasa


1:5  Setiap kali, apabila hari-hari pesta telah berlalu, Ayub memanggil mereka, dan menguduskan mereka; keesokan harinya, pagi-pagi, bangunlah Ayub, lalu mempersembahkan korban bakaran sebanyak jumlah mereka sekalian, sebab pikirnya: “Mungkin anak-anakku sudah berbuat dosa dan telah mengutuki Allah di dalam hati.” Demikianlah dilakukan Ayub senantiasa.

Ayub

Renungan kita pada hari ini memperlihatkan kepada kita tentang sosok teladan seorang ayah yang menjalankan perannya sebagai imam dengan baik.  Ayub, tentunya nama tokoh ini sudah tidak asing lagi di telinga kita.  Mungkin selama ini kita hanya mengetahui sosok Ayub sebagai seorang tokoh yang berhasil melewati ujian hidup yang tidak mudah dan ia berhasil melaluinya.  Kitab Ayub ini adalah kitab yang berakhir dengan happy ending.  Dalam kitab ini Ayub diperkenalkan sebagai seorang yang orang saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.   Kalau kita perhatikan ayat yang di atas maka kita bisa melihat sosok ayah seperti apakah Ayub ini.  Ia adalah seorang ayah yang sangat memperhatikan kehidupan keluarganya.  Dia sangat memperhatikan kehidupan anak-anaknya bukan saja tentang kehidupan keseharian mereka bahkkan kehidupan rohani mereka.  Hal ini dapat kita ketahui dari apa yang dilakukan oleh Ayub seusai anak-anaknya berpesta.  Sebagai orang kaya, anak-anak Ayub sering melakukan pesta di rumah mereka.  Mereka mengundang saudara-saudara yang lain dan teman-teman mereka.  Mereka makan dan minum menikmati kesenangan mereka.  Melihat hal ini, Ayub sebagai seorang ayah yang takut akan Tuhan dan yang menjauhi kejahatan memanggil anak-anaknya dan menguduskan mereka serta memohonkan ampunan dari Tuhan atas anak-anaknya.  Ia mempersembahkan korban dan meminta ampun atas diri semua anaknya.  Ayub tidak ingin anak-anaknya hidup di dalam dosa dan mengalami kebinasaan akibat dosa tersebut.

Saudaraku, sebagai seorang ayah kita harus memperhatikan kehidupan anak kita bukan saja dalam hal jasmani tetapi rohani.  Adakah kita menjadi ayah yang mengajarkan kebenaran bagi anak-anak kita?  Adakah kita menjadi ayah yang mengingatkan anak-anak kita untuk menjaga kekudusan hidup di hadapan Tuhan?  Adakah kita menjadi ayah yang mendoakan anak-anak kita?  Mari ikuti teladan Ayub sehingga kita pun bisa membawa anak-anak kita semakin dekat pada Tuhan.  Amin,        Jho