MEMBANGUN BUDAYA KRISTIANI DALAM KELUARGA

by samuelyasa


6:2 supaya seumur hidupmu engkau dan anak cucumu takut akan TUHAN, Allahmu, dan berpegang pada segala ketetapan dan perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu, dan supaya lanjut umurmu.

6:6 Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, 7 haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun. 8 Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu, 9 dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu.

Ulangan

Membangun itu sesuatu yang di mulai dari bawa, ada dasarnya ada struktur bangunannya, ada bangunan yang didirikan. Untuk membangun yang paling utama adalah dasarnya, dasar yang kokoh maka akan ada bangunan kokoh yang berdiri di atasnya.

Untuk meliki keluarga Kristiani yang takut akan Tuhan, kita harus memulai dari dini, didasari akan kebenaran Firman Tuhan, di kokohkan dengan doa-doa, dibangun dengan kasih.

Bagaimana caranya kita membangun budaya Kristen dalam keluarga kita? Firman Tuhan menjelaskan kepada kita dimulai dari orangtua yang mempunyai hati takut akan Tuhan, lalu kemudian di turunkan kepada generasi berikutnya dengan membicarakan tentang Tuhan, mengajarkan tentang Tuhan, dalam segala situasi, ketika membicarakan tentang sekolah, tentang teman bergaul mereka, tentang masa depan mereka, bahkan ketika menegur mereka, selalu menyertakan Firman Tuhan. Namun ingat bukan sebagai hakim yang menghakimi tetapi dinyatakan dengan hikmat Tuhan. Caranya? Tentu saja melalui diri kita terlebih dahulu yang harus memiliki hubungan dengan Tuhan secara pribadi. Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan, ketika Ia berfirman maka Ia akan memampukan kita untuk sanggup melakukannya. Apakah kita mau? Mari jadikan itu menjai budaya hidup kita, yaitu Tuhan, bukan yang lain, bukan menurut Sang motivator A atau B, sang penulis A atau B tapai apa yang Tuhan Firmankan. Dan FirmanNya itu sempurna adanya. Amin Tuhan memberkati kiita senantiasa.                                                                                  Hp

Iklan