GAMBARAN YANG TERABAIKAN ORANGTUA – ANAK

by samuelyasa


103:13 Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia.                     (Mazmur) 

 

3:21 Hai bapa-bapa, janganlah sakiti hati anakmu, supaya jangan tawar hatinya.                                                                             (Kolose)


Sebagai orang-2 percaya, sadar tidak sadar kita telah dan selalu menggunakan istilah dan sebutan keluarga untuk mengungkapkan hubungan yang kita bangun di dalam dan kepada Tuhan. Misalnya, kita menyebut orang-2 percaya dengan istilah saudara seiman. Seseorang yang membimbing kita disebut dengan bapak rohani atau kakak rohani, sebaliknya ada adik rohani dan anak rohani.  Demikian halnya kepada Tuhan, kita memanggil-Nya Bapa. Sebuah panggilan yang akrab dan intim,  dan memiliki kedekatan yang tidak dapat kita bayangkan bahkan memiliki hubungan secara khusus karena adanya pertalian yang membuat IA menjadi Bapa kita, dan kita sebagai anak-2Nya. Pemazmur mengumpamakan TUHAN sebagai Bapa yang sayang kepada anak-2Nya. Bukan hanya itu, Allah menyatakan diri-Nya sebagai Allah Tritunggal dalam hubungan Allah Bapa dan Anak (Yesus Kristus).

Pdt. Eddy Leo dengan pengajaran Hati Bapa mencoba mendalami hubungan ini, yang tentu saja ada kait mengkaitnya dengan relasi yang kita bangun terhadap anak-anak kita. Figur kita sebagai bapak secara jasmani bagi anak-2 kita akan membrikan kesan yang dalam bagi anak-2 kita membangun pengenalan mereka kepada Allah sebagai Bapa.  Bila kita melakukan tugas kita dengan baik sebagai bapak jasmani, maka kurang lebih seperti itulah kesan pertama anak-anak dalam mengenal Allah sebagai Bapa (Tentu saja melalui proses waktu dan pertumbuhan Iman anak-2 ini akan mengenal secara pribadi siapakah Allah itu. Allah sebagai Bapa yang tidak dapat dibandingkan dengan bapak kita secara jasmani).

            Sadarkah kita bahwa hubungan yang kita bangun dengan anak-2 kita merupakan sebuah gambaran yang sering kali kita abaikan, yakni gambaran awal bagi anak-2 kita membangun image-nya tentang Allah yang adalah Bapa? Mungkin saja ada di antara kita yang mengalami kesulitan untuk memahami kebaikan Allah sebagai Bapa yang baik, Bapa yang memperhatikan, Bapa yang menopang?                                       jp

Iklan