GAMBARAN YANG TERABAIKAN SUAMI – ISTRI

by samuelyasa


5:22 Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, 23 karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh. 24 Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu. 25 Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya 26 untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman, 27 supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela. (Efesus) P andangan umum tentang hubungan suami istri adalah hubungan yang saling mencintai dan mengasihi, saling memperhatikan dan saling menghargai. Menghormati pasangan dan menerima perbedaan panggilan untuk menjalankan fungsi dalam rumah tangga. Seolah-2 bila kita telah menunaikan tanggung jawab itu maka akan memetik hasilnya, yakni keluarga yang bahagia, khususnya berkenaan dengan hubungan kedua insane yang disebut sebagai Suami & Istri. Kebenaran ini tidak hanya kita temui dalam lingkaran kekristenan, namun keyakinan yang lain-pun menekankan hal yang sama, sehingga kebahagiaan rumah tangga dapat dinikmati semua orang. TIDAK SALAH bila kita berusaha mengejarnya dan memeliharanya. Pertanyaan yang harus kita renungkan adalah, apakah memang keluarga dirancang dan dibentuk oleh Tuhan hanya untuk maksud seperti ini saja? Tidak adakah maksud Tuhan untuk mendesign keluarga? Mengapa Paulus mencoba menjelaskan kualitas hubungan suami istri dan mengkaitkan dengan urusan jemaat & Kristus? Apakah ini hanya sebuah analogi (penggambaran) saja, yang tidak ada urusannya dengan masalah pemaknaan hubungan antara suami <- -> istri dan Kristus <- -> jemaat? Atau, sesungguhnya di dalam keluarga mengemban muatan misi, hubungan yang dibangun horizontal (suami – istri) memberikan gambaran konkrit tentang bagaimana hubungan seseorang dengan Allah? Gamblangnya, mungkinkah seseorang memiliki hubungan yg intim dg Tuhan sementara hubungan suami-istri –nya kurang baik? jp