MANUSIA DAN DIMENSI SOSIAL-NYA

by samuelyasa


Kejadian 2:18 TUHAN Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.”

Ada sebuah kerinduan untuk mengajak para pemimpin gereja melakukan sebuah study tour, karena ini urusannya bergereja maka touring yang dilakukan ke beberapa gereja yang lain. Tujuannya. Pertama – membandingkan. Tanpa adanya pembanding maka sesungguhnya kita tidak akan pernah mengetahui posisi dan kondisi gereja dengan baik. Kita lebih tinggi atau rendah, lebih baik atau buruk, lebih sehat atau sakit semuanya berangkatdari sebuah rujukan yang kita pakai sebagai tolok ukur, dan tolok ukur ini yg digunakan sebagai pembanding kita. Kedua, bila posisi kita berada di posisi negative/bawah maka kita harus rela untuk belajar, karena tanpa proses tersebut kondisi-nya tidak akan menjadi lebih baik.

Baik dalam gereja ataupun kehidupan ini, kita tidak dapat memungkiri bahwa kita tidak bisa hidup sendiri, kita membutuhkan orang lain untuk memperlengkapi diri kita. Kita membutuhkan orang lain sebagai penolong kita, dan pertolongan itu akan menjadi efektif ketika kita rela bersikap untuk ditolong dan meyakini bahwa dalam diri sang penolong memiliki sesuatu yang dapat dipakainya atau diberikannya untuk menolong kita. Semakin kita tidak membutuhkan orang lain, dan mengingkri kehadiran orang lain sesungguhnyadiri kita semakin terpuruk.

Nats di atas sering dipahami hanya sebatas perkawinan, ttapi sesungguhnya juga mau membicarakan manusia sebagai makluk social, yang kelengkapan dirinya sebagai satu pribadi tidak akan pernah tercapai tanpa proses sosialisasi-nya. Tuhan pasti memiliki maksud yang indah ketika menciptakan manusia sebagai makluk social. Dari dimensi ini manusia mendapatkan keutuhannya. Pada jaman ini telah terjadi upaya-2 praktis untuk mengingkarinya, di mana seolah-2 manusia dapat hidup oleh dan untuk dirinya sendirinya. Jaman, keberdosaan manusia dan iptek mencoba bekerja sama untuk mewujudkannya.

Perenungan. Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja.