BELAJAR BERKATA-KATA

by samuelyasa


Amsal 25:11 Perkataan yang diucapkan tepat pada waktunya adalah seperti buah apel emas di pinggan perak.

Sejujurnya kita-kita ini orang-orang yang sulit, minimalnya sulit ditebak perasaan dan hati kita. Biasanya kita tidak terlalu suka bila orang lain tidak berani berbicara dengan kita, melainkan membicarakan dengan orang lain di belakang kita; sekalipun dengan gaya gossip rohani – untuk didoakan. Dan kita menuntut orang lain untuk berbicara dengan kita tentang penilaiannya. Tetapi pada sisi lain, kita juga tidak menyukai orang yang ceplas-ceplos yang ngomong seenaknya dan tidak mau melihat situasi dan kondisi-nya, apakah cukup kondusif untuk membicarakannya dan membangun orang lain. Biasanya kondisi seperti ini malah tidak membangun, tetapi akan menimbulkan keterpurukan, sakit hati, dan merasa dipermalukan di depan orang lain.

Alkitab sebenarnya telah mengajarkan kepada kita tentang mekanisme berbicara kepada orang lain, yakni berbicaralah empat mata, kalau gagal – panggilah dua orang sebagai saksi, dan bila belum berhasil – maka boleh dibawa ke forum, di hadapan orang banyak.

Bukan saja mekanisme, alkitab melalui bacaan kita pada hari ini juga mengajar kita agar kita berbicara tepat pada waktunya. Yang dimaksud tepat pada waktunya bukan berorientasi pada diri sendiri, tetapi waktu orang lain yang mendengarkan. Mungkin kita akan bersikap, ”sekarang waktunya saya mau berbicara, mumpung ada orang-2 lain,” dll. Perkataan yang dengan tepat diucapkan diumpamakan seperti apel emas di pinggan perak. Hal yang baik diperkatakan/diucapkan dengan baik dengan cara yang baik pula, maka akan menjadi berkat bagi orang lain.

Antara materi dan cara sama-sama perlu mendapatkan perhatian. Bila kita hanya memperhatikan materinya, tetapi cara kita kasar, seperti orang yang tidak tahu adat bahkan tidak kenal Tuhan, maka percayalah apa yang kita sampaikan tidak akan membangun orang lain, bahkan akan menambahkan kejengkelan dan kemarahan.

Perenungan. Apakah anda yakin melalui tutur kata kita dapat menjadi kekuatan, penghiburan dan berkat bagi orang lain? Maukah kita belajar untuk mengutarakan dengan baik?