BELAJAR UNTUK HIDUP BIJAKSANA

by samuelyasa


Mazmur 90:12 Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.

Alkitab mencatatkan Salomo sebagai seorang Raja yang bijaksana, hal ini telah teruji ketika ia harus menyelesaikan dua wanita yang sedang berselisih menyelesaikan perkara mereka, yakni rebutan anak. Tetapi Alkitab juga mencatatkan bahwa kebijaksanaan itu tidak dengan sendirinya berada di dalam diri-nya. Kalau memang kebijaksanaan itu berasal dari dirinya sendiri maka seharusnya ia tidak mengakhiri kehidupannya dengan cara yang mengenaskan. Kebijaksanaan dalam diri Salomo dimungkinkan karena Tuhan. Tuhan-lah yang memberi dan karena Salomo yang memohonkan-nya.

Membicarakan kebijaksanaan yang sejati, Alkitab tidak pernah melepaskan kita dari sumbernya yakni TUHAN sendiri. Kebijaksanaan yang dari Tuhan akan sangat jauh berbeda bila dibanding dengan kebijaksanaan yang dibangun oleh dunia. Apa yang dipandang oleh dunia adalah bijaksana belum tentu bijaksana dalam pandangan Allah, bahkan Allah berniat mempermalukan dunia dan segala kebijaksanaannya melalui orang-2 yang terkecil dari kerajaan Allah.

Allah mau setiap orang percaya menjadi orang-orang yang bijaksana. Pertama, setiap orang percaya telah memiliki akses pribadi dengan Allah di dalam Yesus Kristus. Sebuah kesempatan terbuka baginya untuk menjadi bijak. Kedua, sekolah kebijaksanaan yang terbaik adalah kehidupan ini sendiri. Mungkin inilah yang menjadi salah satu alasan Tuhan menempatkan kitab Amsal menjadi bagian Alkitab/firman Tuhan. Kitab yang berisi 31 pasal ini berbicara berbagai aspek kehidupan yang mengajarkan agar kita menjadi bijaksana. Dan sangat tepat bagi Musa menganjurkan agar kita menghitung hari-2 agar beroleh bijaksana. Sebagai pemimpin besar ia telah banyak diajar Tuhan melalui kehidupannya baik di istana, baik di padang belantara, maupun di tengah-tengah umat Israel yang tegar tengkuk itu.

DOA. Terkadang ketika kami ber-ilmu, ketika kami menjadi beruban, ketika kami bisa menyelesaikan satu masalah, dst, sudah membuat kami merasa bijaksana. Ampuni segala kecongkakan hati kami ini. Amin