BELAJAR MENGASIHI

by samuelyasa


Matius 22:37 Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. 38 Itulah hukum yang terutama dan yang pertama 39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri

Kita masih sangat mengingat sebuah lagu rohani yang sangat ngetop beberapa dasawarsa yang lalu, yang hingga kini masih dinyanyikan dalam persekutuan-persekutuan dan ibadah gerejawi, yaitu BAHASA KASIH. Simaklah reff-nya sebagai berikut:

Ajarilah kami bahasa kasih-Mu

Agar kami dekat pada-Mu ya Tuhan-ku

Ajarilah kami bahasa kasih-Mu

Agar kami dekat pada-Mu

Walaupun lagu ini ketika dinyanyikan sangat “mendayu-dayu” apalagi kalau dinyanyikan dengan bergandengan tangan, namun sadarkah kita betapa sulitnya untuk melaksanakan. Sulit bagi kita untuk mengasihi,walaupun kita bisa mungkin saja kasih versi diri sendiri yang kita lakukan, bukan versi-nya Tuhan. Sangat tepat sang penggubah lagu mengatakan AJARILAH KAMI, yang artinya kita perlu diajar dan perlu belajar. Mengapa?

Keegoisan dan berpusat pada diri sendiri membuat manusia sulit melihat orang lain itu penting dan mengasihinya.
Tidak jarang kita mengasihi orang lain dengan mengenakan sebuah persyaratan kepada mereka. Selama mereka baik, selama itu kita mengasihi mereka, ketika mereka tidak baik, maka sirnalah kasih kit kepada mereka. Belum lagi adanya harapan-2 di balik kasih kita, ketika yang terjadi sebaliknya, maka kita kecewa.
Kasih yang Tuhan mau ajarkan bagi kita, memang membutuhkan persyaratan agar kita mengerti. Syaratnya, kita harus di dalam DIA
Proses belajar yang paling mudah adalah belajardari model atau contoh. Dan Yesus telah menjadi modelnya dan memberikan contoh bagi kita.
Perenungan. Bersediakah kita belajar tentang kasih?