JEMAAT & PROSES PEMBELAJARAN-NYA

by samuelyasa


Matius 11:29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.

Banyak orang sependapat bahwa proses belajar manusia terjadi teru menerus seumur hidupnya, dan proses ini baru berhenti ketika manusia menemui ajalnya. Hanya saja harus diakui, seperti hal-nya proses belajar mengajar yang terjadi di bangku sekolah, ada yang malas untuk belajar, ada yang rajin dan tanggap untuk belajar, ada yang bebal ada pula yang acuh tak acuh. Dari guru yang sama, dengan materi yang tidak berbeda, belajardi kelas dn dalm waktu yang sama, melahirkan murid-murid yang berbeda, dengan kata lain, keberhasilan proses belajar lebih banyak ditentukan oleh sikap dari murid-nya. Demikian pula proses belajar seumur hidup yang kita alami. Kita seorang pembelajar yang baik atau tidak?!

Sebagai orang-orang percaya seharusnya kita mengucap syukur karena memiiki seorang Guru yang Agung, yaitu Yesus sendiri.seorang guru yang bukan saja menguasai materi dengan baik, bahkan IA telah memraktekkannya denga baik, dan berhasil. Dengan demikian IA adalah seorang Guru yg sekaligus seorang teladanyang baik.

Cuma ngomong-ngomong soal pelajarannya, inilah yang membuat kita ampun-ampun untuk mengerjakannya. Susahnya minta ampun, beratnya-pun minta ampun. Bukannya kita tidak mengertidengan nalar kita,mungkin kita sanggup mengupas dengan sangat baik pengertian-2 tersebut. Masalahnya pelajaran Yesus lebih mengupas kedagingan, egoism dan kehendak-2 yang melawan Tuhan ketimbang mengupas teori-teori teologia seperti yang dilakukan dlam ceramah & PA. Pelajarannya memang ironis, memikul kuk namun mendapatkan ketenangan. Rahasia apa yang Yesus mau sampaikan melalui pelajarannya?

Perenungan. Dapat kita bayangkan bila terdapat seorang Kristen namun enggan memasuki proses pembelajaran hidup, maka apa yang terjadi? Sejujurnya ia bukan orang Kristen, krena hakekat seorang Kristen adalah pengikut Kristus, seorang murid Yesus. Bil seorang murid tidak mau belajar dari gurunya, apakah ia pantas disebut sebagai murid?