AWAS MENJADI “GILA KERJA”

by samuelyasa


“Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari” (Matius 6:33-34)

Tuhan menginginkan kita untuk bekerja dengan baik dan bertanggungjawab, sehingga kita dapat memenuhi kebutuhan hidup yang kita perlukan baik bagi diri kita sendiri maupun untuk keluarga. Namun keasyikan kerja sering membuat kita lupa diri, sehingga kita menjadi orang yang lebih mementingkan kerja ketimbang hal-hal lain. Hal ini saya sebut menjadi “gila kerja” (workholic). Bahkan karena kita sudah “menikmati” kegilaan kerja, kita malah mengesampingkan tugas, peran dan tanggungjawab kita dalam keluarga. Akhirnya, waktu bagi keluarga menjadi terbatas, & hampir tidak ada komunikasi yg membangun dlm keluarga.

Kegilaan kerja juga membuat kita menjadi “dingin” terhadap segala bentuk kegiatan spiritual. Doa dan saat teduh menjadi terabaikan, ibadah dan persekutuan tidak lagi kita hadiri, sebab kita lebih memilih untuk kerja ketimbang beribadah. Waktu kita sehari, hampir dipastikan lebih banyak kita investasikan untuk mencari uang ketimbang mencari Tuhan.

Tuhan Yesus berkata “Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti? Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah.” (Lukas 12:20-21). Dalam hal ini Tuhan bukan melarang kita bekerja & mengumpulkan harta, namun jika harta menjadi fokus utama kita, maka sebenarnya kita “melenceng” dari maksud Allah.

Allah ingin agar kita tetap mencari Allah terlebih dahulu, mencari kerajaan Allah dan Kebenaran-Nya, sebab Allah adalah sumber berkat. Fokus kita bisa terbiaskan oleh dunia kerja, hal ini terjadi kita ingin memiliki lebih dari orang lain, dan kita mengorbankan yang lain. Kita harus terlebih dahulu datang kepada Allah, sebab Ia yang lebih tahu apa yang kita butuhkan. Tuhan ingin, kita memiliki waktu khusus (sabat) dengan diri-Nya, sehingga kita semakin mengalami kepenuhan di dalam anugerah-Nya.

DOA “Beriku hikmat ya Tuhan, agar aku tidak tamak thd dunia”