MEMBANGUN KESAKSIAN YANG HIDUP (1)

by samuelyasa


“Hiduplah dengan penuh hikmat terhadap orang-orang luar, pergunakanlah waktu yang ada. Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang” (Kolose 4:5-6)

Pekerjaan kita merupakan sarana yang terbaik untuk bersaksi akan kasih Tuhan dan tempat bagi kita untuk dapat melayani Tuhan. Kita dipanggil untuk menjadi terang dan juga menjadi berkat bagi orang lain. Tempat bekerja kita adalah tempat yang sangat tepat untuk meletakkan “pelita iman” kita, sebab disinilah orang akan tahu terang kasih Allah melalui kita. Artinya, di tempat dimana kita bekerja adalah tempat kesaksian kita yang tepat. Kesaksian hidup adalah bagaikan pelita yang berada di tengah kegelapan. Terang itu harus terpancar terus menerus, dan bukan semakin meredup.

Untuk itu kita perlu memperhatikan dan mengerjakan hal-hal yang sederhana dalam pekerjaan yang kita tekuni sebagai berikut; Pertama Tidak bersikap sombongKesombongan adalah penghalang terang. Di tempat kerja, janganlah kita merasa yang paling hebat, paling pandai, paling berjasa, paling dipercaya dan paling paling yang lainnya. Meskipun memang kita hebat, namun kita harus membangun sikap kerendahan hati, sama seperti Kristus yang rendah hati. Lingkungan kerja akan menjadi terganggu, jika kita membiarkan kesombongan ada di sana. Kedua, Tidak suka mengomel dan marah-marahTerang akan menjadi redup ketika kita bekerja dengan menggerutu (mengomel) dan seharian marah-marah. Kemarahan akan membuat situasi dan kondisi bekerja menjadi tidak nyaman, sebab kemarahan satu orang dapat menyulut kemarahan orang lain juga, ditambah lagi dengan banyaknya pekerjaan yang sedang menumpuk. Belajarlah untuk mengendalikan diri dengan bersandar pada kuasa Roh Kudus, agar kita diberikan kemampuan untuk tetap menjadi suasana kondusif, meskipun disekitar kita sedang tidak kondusif. Ujian kesabaran kita yang sesungguhnya adalah ketika kita benar-benar harus bersabar.

DOA Tuhan Yesus, ajarku seperti diri-Mu yang penuh kasih, pengampunan dan kesabaran, sehingga terang-Mu menembus hati mereka yang dalam kegelapan. Amin

Iklan