LAKUKAN UNTUK TUHAN (1)

by samuelyasa


“Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita” Kol 3:17

Setiap kegiatan (pekerjaan) yang tidak secara tegas dilarang di dalam Alkitab, adalah baik untuk dilakukan. Allah menghargai setiap pekerjaan yang kita lakukan. Anda tidak dapat mengatakan bahwa pekerjaan anda tidak ada artinya bila dibandingkan dengan apa yang dilakukan oleh para pendeta yang memiliki nama besar, atau mereka yang berkecimpung dalam pekerjaan bidang sosial. Yang menjadi perhatian dan fokus kita adalah, apakah yang kita kerjakan itu adalah sesuai dengan kehendak Tuhan dan dapat memuliakan nama-Nya?

Tidak peduli apakah pekerjaan kita selalu berkecimpung dengan debu dan abu (seperti upik abu), penuh jelaga yang menjadikan penampilan luar kita kotor, namun jika kita mengerjakan pekerjaan itu untuk kemuliaan nama Tuhan, Ia pasti akan senang. Masing-masing kita diberikan bakat dan kemampuan yang berbeda-beda. Ada yang menjadi seorang professional, pedagang, guru, pemimpin, namun juga ada yang menjadi pegawai, pelayan, tukang, namun jika setiap pribadi mengerjakan dengan takut akan Tuhan, maka Ia akan dipermuliakan.

Bagaimana agar pekerjaan kita dapat memuliakan Tuhan?

Lakukan pekerjaan kita dengan tanpa bersungut-sungut, nikmati apa yang anda kerjakan. Sikap bersungut-sungut tidak akan menjadi berkat bagi orang lain, juga bagi diri kita sendiri. Orang lain akan merasa “sebel” melihat kita dan menjadi terganggu. Kita sendiri, jika terus menerus bersungut-sungut, maka yang kita kerjakan akan menjadi tidak maksimal, dan kita dengan segera akan merasa capek.
Pikirkan, bahwa apa yang kita lakukan dapat menjadi berkat bagi banyak orang. Jangan kita memikirkan kesenangan untuk diri kita sendiri, sementara orang lain dikecewakan apalagi dirugikan. Kita harus berpikir, bahwa pekerjaan kita memiliki dampak yang baik bagi orang lain. Misalnya jika anda pedagang, jangan menjual barang yang sudah “kadaluwarsa” sebab orang lain akan terkena dampaknya.
DOA

Bapa, beriku hikmat surgawi, agar aku selalu mampu untuk berpikir dan bertindak dalam pekerjaanku sesuai dengan kehendak dan rencana-Mu, sehingga nama-Mu dipermuliakan.