ORANG KRISTEN DAN PEKERJAANNYA

by samuelyasa


“Siapa mengerjakan tanahnya, akan kenyang dengan makanan, tetapi siapa mengejar barang yang sia-sia, tidak berakal budi” (Amsal 12:11)

Alkitab mengajarkan kepada kita untuk tekun dalam bekerja. Tidak ada istilah malas. Ketekunan, keuletan dan semangat untuk mengerjakan tugas atau pekerjaan kita adalah bagian dari kesaksian hidup orang percaya dalam komunitas (masyarakat).

Namun ada orang-orang yang masih berpikir secara dangkal dengan mengatakan “Di dalam Tuhan, orang percaya akan dipelihara dan diberkati oleh Tuhan” sehingga ia menjadi malas untuk bekerja. Allah memang memelihara dan memberkati kita, namun itu tidak berarti uang datang secara tiba-tiba turun dari langit. Ada tugas, peran dan tanggung jawab yang harus kita kerjakan, yaitu menekuni apa yang menjadi kewajiban kita, yaitu dengan bekerja (2 Tesalonika 3:10).

Amsal menasehatkan kepada kita untuk bekerja dengan tekun. Gambaran seorang yang mengerjakan atau mengupayakan atau mengolah tanahnya, maka orang-orang yang demikianlah yang akan menikmati hasil atas apa yang sudah diupayakan. “Mengerjakan” memiliki arti mengupayakan dengan serius, dengan sungguh-sungguh, mempersiapkan dan memperhitungkan dengan cermat, maka hasil yang diperoleh akan dapat dinikmati.

Namun sebaliknya, bagi mereka yang hanya “asal-asalan”, tanpa serius mengupayakan, tidak tekun, tidak cermat dalam memperhitungkan apa yang hendak dikerjakan, maka mereka tidak akan mendapat apa-apa, dan menjadi sia-sia. Amsal menyebut orang yang demikian adalah “orang yang tidak berakal budi”.

Jadi yang perlu kita pahami dalam bagian ini adalah, sebagai orang percaya, kita dipanggil bukan saja masuk dalam kerajaan-Nya, namun juga selagi masih di dunia, kita mempunyai peran, tugas dan tanggungjawab untuk mengerjakan pekerjaan kita dengan baik. Orang-orang percaya harus tetap tekun, memiliki semangat dan giat dalam mengerjakan pekerjaannya. Dengan melakukan demikian, kita dapat memuliakan nama Tuhan, bahwa yang kita kerjakan adalah untuk Tuhan.

DOA. Bapa surgawi, beriku semangat baru untuk mengerjakan apa yang menjadi tugas dan tanggungjawabku dengan benar, dan kiranya apa yang aku kerjakan dapat memuliakan nama-Mu.

Iklan